Editor : Muhammad Zidan
![]() |
| Lurah Cikondang, Asep, didampingi Ketua Rukun Tetangga (RT), saat dimintai keterangan soal bencana di kediaman Sucipto, Rabu (18/12). |
Rumah yang berukuran 4 x 4 meter tersebut, kondisinya sebahagiaan dari bilik bambu. Selain itu, kondisi rumah Sucipto tergolong masuk kategori tidak layak huni. Apalagi kondisi saat ini cuaca ekstrim membuat rumah tersebut semakin parah.
"Ya, kondisinya seperti ini Pak, rumah saya. Saya takut kalau musim hujan tiba apalagi disertai angin seperti tadi. Apalagi pekerjaan saya cuma serabutan, mana bisa untuk betulkan rumah. Saat ini mah bisa makan saja sudah Alhamdulillah," ucap Sucipto, saat ditemui lingkarpena.id, dikediamannya di Kelurahan Cikondang Rabu (18/12) seraya mengeluh.
![]() |
| Bhabinkamtibmas Cikondang, saat meninjau rumah milik Sucipto, pasca bencana. |
"Saya cuma berharap pemerintah Kota Sukabumi, ada perhatian bagi warga seperti saya ini Pak, minimal rumah saya dapat perbaikan yang layak," pintanya.
Sementara itu Lurah Cikondang Asep mengatakan, menghadapi musim penghujan diharapkan warga masyarakat meski meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, disaat cuaca ekstrim masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan khususnya dimalam hari. Selain itu, kata Asep, Pos Kamling atau Ronda Malam harus ditingkatkan agar mudah berkoordinasi bagi masyarakat.
![]() |
| Kondisi rumah Sucipto dampak samping sebagian terbuat dari Bambu |
Lanjut Asep, soal bencana yang menimpa rumah Sucipto, warga Cikondang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak dinas terkait. Secepatnya akan dilakukan pembenahan dan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cikondang untuk memantau kondisi rumah Sucipto yersebut.
"Ya, kami sudah koordinasikan terkait bencana yang menimpa rumah Pak Sucipto. Tadi Pak Bhabinkamtibmas sudah menuju lokasi untuk memastikan kondisi rumah yang terkena bencana,"jelas Lurah.
"Semoga tahun 2020 rumah Pak Sucipto terakomodir untuk program Rutilahu," pungkasnya.


