Home » » Akibat Cuaca Ekstrim di Sukabumi, Rumah Warga Nyaris Ambruk

Akibat Cuaca Ekstrim di Sukabumi, Rumah Warga Nyaris Ambruk

Written By Samsun Ramlie on Rabu, 18 Desember 2019 | Desember 18, 2019

Laporan : Aris Wanto
Editor : Muhammad Zidan

Lurah Cikondang, Asep, didampingi Ketua Rukun Tetangga (RT), saat dimintai keterangan soal bencana di kediaman Sucipto, Rabu (18/12).
LINGKARPENA.id - SUKABUMIKOTA - Satu rumah warga di Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi terkena bencana alam. Hujan deras  dan angin kencang (puting beliung) mengakibatkan salah satu rumah milik Sucipto (45), di Kelurahan Cikondang,  Citamingang, nyaris ambruk.

Rumah yang berukuran 4 x 4 meter tersebut, kondisinya sebahagiaan dari bilik bambu. Selain itu, kondisi rumah Sucipto tergolong masuk kategori tidak layak huni. Apalagi kondisi saat ini cuaca ekstrim membuat rumah tersebut semakin parah.

"Ya, kondisinya seperti ini Pak, rumah saya. Saya takut kalau musim hujan tiba apalagi disertai angin seperti tadi. Apalagi pekerjaan saya cuma serabutan, mana bisa untuk betulkan rumah. Saat ini mah bisa makan saja sudah Alhamdulillah," ucap Sucipto, saat ditemui lingkarpena.id, dikediamannya di Kelurahan Cikondang Rabu (18/12) seraya mengeluh.

Bhabinkamtibmas Cikondang, saat meninjau rumah milik Sucipto, pasca bencana. 
Sucipto berharap Kepad pemerintah khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, agar mengecek kondisi kediamannya. Dirinya menginginkan pihak terkait melalui pemerintah Kelurahan dan BPBD dapat membantu keberadaan kondisi rumahnya pasca bencana puting beliaung.

"Saya cuma berharap pemerintah Kota Sukabumi, ada perhatian bagi warga seperti saya ini Pak, minimal rumah saya dapat perbaikan yang layak," pintanya.

Sementara itu Lurah Cikondang Asep mengatakan, menghadapi musim penghujan diharapkan warga masyarakat meski meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, disaat cuaca ekstrim  masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan khususnya dimalam hari. Selain itu, kata Asep, Pos Kamling atau Ronda Malam harus ditingkatkan agar mudah berkoordinasi bagi masyarakat.

Kondisi rumah Sucipto dampak samping sebagian terbuat dari Bambu
"Intinya masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan disaat cuaca ekstrim seperti sekarang. Juga soal Ronda malam meski diaktifkan kembali, karena jika ada kejadian yang tidak diduga-duga mengingat cuaca sekarang, masyarakat mudah untuk berkoordinasi," kata Asep.

Lanjut Asep, soal bencana yang menimpa rumah Sucipto, warga Cikondang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak dinas terkait. Secepatnya akan dilakukan pembenahan dan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cikondang untuk memantau kondisi rumah Sucipto yersebut.

"Ya, kami sudah koordinasikan terkait bencana yang menimpa rumah Pak Sucipto. Tadi Pak Bhabinkamtibmas sudah menuju lokasi untuk memastikan kondisi rumah yang terkena bencana,"jelas Lurah.

"Semoga tahun 2020 rumah Pak Sucipto terakomodir untuk program Rutilahu," pungkasnya.
Share this article :
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger