![]() |
| Ketua Gugus Tugas sekaligus Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri. | Sumber foto : Wafik Hidayat |
Pasalnya, sejak dua pekan lalu kawasan Pantai Palabuhanratu selalu dipadati pengunjung. Tak luput akhir pekan ini pun kembali membludak dan tidak bisa diantisipasi dengan maksimal bahkan menimbulkan kemacetan.
Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri mengatakan, membludaknya pengunjung wisata ke Palabuhanratu akibat belum fahamnya masyarakat mengenai status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional di Kabupaten Sukabumi.
![]() |
| Pantai Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi kembali dipadati pengunjung pada akhir pekan ini. | Sumber foto : Wafik Hidayat |
"PSBB di Kabupaten Sukabumi ini hanya beberapa tempat, termasuk di Kelurahan Palabuhanratu, mungkin pengunjung berpikir tempat lain selain Palabuhanratu masih bisa dikunjungi," ujarnya kepada lingkarpena.id, Minggu (21/6/2020).
Terkait seringnya menyosialisasikan PSBB di kecamatan lain oleh gugus tugas tapi pengunjung yang datang ke Palabuhanratu tidak dapat dikendalikan, Iyos mengatakan hal itu sudah pernah diantisipasi.
"Kita sudah coba pasang pengatur jalan dan stand, melihat animo pengunjung ternyata hal itu masih belum cukup," imbuhnya yang juga sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi.
Dengan begitu, dia mengimbau agar pengunjung yang datang ke Palabuhanratu harus memperhatikan keselamatan diri terutama terkait pandemi Covid-19.
Minimal pengunjung harus memakai masker dan jangan berkerumun saat berlibur di Palabuhanratu. Sebab, Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan masih berstatus zona kuning.
"Saya harap setelah tanggal 26 Juni nanti bisa persiapan menghadapi kebiasaan baru atau new normal," harap dia diakhir pembicaraan.
Reporter : Wafik Hidayat
Editor : Surya Adam
Editor : Surya Adam

