![]() |
| Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kota Sukabumi melakukan pemantauan BPNT bulan Juli |
MediaJampang.co.id, Kota Sukabumi,- Ditemukan beberapa perbedaan kualitas beras BPNT di beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) prihal beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kota Sukabumi, tidak mengacu standarisasi. Hal tersebut di temukan dari beberap penerima manfaat BPNT di sebagian Kecamatan yang ada di wilayah Kota Sukabumi.
Kepada mediajampang.co.id, ketua LSM kompak Dadan (47) menerangkan bahwa merujuk hasil kajian di lapangan terhadap program BPNT perlu memperbaiki dalam pelaksanaan teknis program BPNT tersebut agar efektif.
Kita menemukan program BPNT tersebut manfaatnya justru tersalur malah ke rumah tangga yang tak miskin atau dinilai tidak tepat sasaran. Dan juga kualitas daripada beras nya sangat tidak standar dan kurang layak untuk konsumsi
Lebih jauh ketua harian LSM Kompak kota sukabumi , menjelaskan bahwa permasalah yang terjadi Diantaranya, Kualitas beras tidak seragam di satu kecamatan dan kecamatan lainnya, ini dikarenakan supplier BPNT bukan supplier tunggal, Ditemukan beras dengan kualitas memenuhi standar, namun tidak sedikit juga beras yang jauh di bawah standar baik dari kualitas maupun kuantitas yang Terjadi di beberapa Kecamatan di Kota Sukabumi.
Sebagai lembaga yang konsisten menyikapi permasalahan kebijakan pemerintah LSM kompak meminta kepada dinas terkait agar segera di selesaikan terkait permasalahan program BPNT di Kota Sukabumi.
Terkait permasalahan ini sekdis dinsos kota sukabumi Hudi K Wahyu menjelaskan bahwa pihak dinas sosial dalam hal ini sudah bekerja sesuai dengan fungsinya sebagai monitoring terkait program dan juga dalam pemantauan penyaluran BPNT tersebut.
Kepada mediajampang.co.id, ketua LSM kompak Dadan (47) menerangkan bahwa merujuk hasil kajian di lapangan terhadap program BPNT perlu memperbaiki dalam pelaksanaan teknis program BPNT tersebut agar efektif.
Kita menemukan program BPNT tersebut manfaatnya justru tersalur malah ke rumah tangga yang tak miskin atau dinilai tidak tepat sasaran. Dan juga kualitas daripada beras nya sangat tidak standar dan kurang layak untuk konsumsi
Lebih jauh ketua harian LSM Kompak kota sukabumi , menjelaskan bahwa permasalah yang terjadi Diantaranya, Kualitas beras tidak seragam di satu kecamatan dan kecamatan lainnya, ini dikarenakan supplier BPNT bukan supplier tunggal, Ditemukan beras dengan kualitas memenuhi standar, namun tidak sedikit juga beras yang jauh di bawah standar baik dari kualitas maupun kuantitas yang Terjadi di beberapa Kecamatan di Kota Sukabumi.
Sebagai lembaga yang konsisten menyikapi permasalahan kebijakan pemerintah LSM kompak meminta kepada dinas terkait agar segera di selesaikan terkait permasalahan program BPNT di Kota Sukabumi.
Terkait permasalahan ini sekdis dinsos kota sukabumi Hudi K Wahyu menjelaskan bahwa pihak dinas sosial dalam hal ini sudah bekerja sesuai dengan fungsinya sebagai monitoring terkait program dan juga dalam pemantauan penyaluran BPNT tersebut.
