Editor : Muhammad Zidan
![]() |
| Inovasi home industri para pemuda desa Wangunreja Kecamatan Nyalindung Sukabumi, mencoba budi daya jamur tiram. [sumber foto: ist] |
"Kami mencoba berinovasi dengan home industri budi daya jamur tiram," ucap Dian Mulyana kepada www.lingkarpena.id Minggu, 15 desember 2019.
Lanjut Dian, proses budi daya jamur tiram tidak terlalu sulit untuk bahan bakunya dan biaya tidak terlalu besar. Pihaknya dengan beberapa pemuda lain mencoba untuk menumbuhkan perekonomian melalui usaha barunya tersebut.
![]() |
| Salah satu dari pemuda penggagas usaha budi daya jamur tiram memperlihatkan biang jamur. |
Ya, prosesnya dari mulai penebaran sampai panen itu 45 hari. Kami mencoba dengan kapasitas 200,Baglog dengan total serbuk gergaji 200.kg," terangnya.
Dian berharap, kedepan nanti banyak hal yang bisa dilakukan oleh para pemuda di Desa wangunreja, selain usaha budi daya jamur tiram. Inovasi budi daya jamur tiram nantinya bisa menjamur terhadap para pemuda dan warga masyarakat lainnya di Sukabumi, khususnya di desa Wangunreja.
Sementara itu terpisah, kepala Desa Wangunreja Alinurdin mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas inovasi yang dilakukan para pemuda diwilayahnya. Dengan begitu, mereka bisa mengembangkan usaha dan dapat menghasilkan dan mendongkrak prekonomian masyarakat tentunya.
"Ya, saya sangat mengapresiasi atas kreatifitas para prmuda ini tentunya. Walau saat ini masih coba coba, semoga bisa mendapat hasil yang bagus. Ya, sifatnya baru swadaya, mudah mudahan kedepan nanti kita perhatikan soal permodalannya," kata Kepala Desa Wangunreja.
Harapan kepala Desa kedepan, dengan adanya home industri seperti yang berjalan saat ini bisa mengurangi penganguran diwilayah desanya itu. Pihaknya sangat mendukung atas inovasi baru dilingkungan ekonomi kemasyarakatan desa wangunreja tersebut.
"Semoga inovasi para pemuda ini awal dari kesuksesan. Kedepan saya ingin desa Wangunreja menjadi sentra Icon penghasil Jamur tiram," harapnya

