Home » » Seni Budaya Pencak Silat di Sukabumi Butuh Dukungan Pemerintah

Seni Budaya Pencak Silat di Sukabumi Butuh Dukungan Pemerintah

Written By Samsun Ramlie on Sabtu, 14 Desember 2019 | Desember 14, 2019

Reporter : Aris Wanto
Redaktur: Muhammad Zidan

Pencinta Seni dan Budaya Perguruan Silat Rantai Padi Cikondang, Citaniang Kota Sukabumi.
LINGKARPENA.id - SUKABUMI KOTA - Peringatan Hari Juang Tentara Nasional Indonesia TNI-AD yang ke-74 tahun 2019 yang jatuh pada 15 desember, turut dimeriahkan Perguruan Silat Rantai Padi. Perguruan Silat Rantai Padi, merupakan wadah seni dan budaya yang ada di Kota Sukabumi, terletak di Kampung Baru, Berkah Toyyibah, Rt: 3-4/09 Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi,  Jawa Barat.

Diwakili Tokoh masyarakat Iwan Suhendar mengatakan, kegiatan seni budaya pencak silat merupakan salah satu rutinitas di Kampung Baru tersebut. Menurutnya, keragaman Seni dan Budaya merupakan salah satunya dari "8-delapan" fungsi keluarga di program Kampung Baru yang ada di Kelurahan Cikondang Kota Sukabumi itu.

Selain itu, Iwan juga mengajak pada masyarakat agar bersama-sama untuk mensukseskan program pemerintah melalui ketahanan keluaraga khususnya bidang Seni dan Budaya yang dirasa saat ini semakin tahun semakin punah.

"Selamat Hari Juang TNI yang ke-74. Mari kita wujudkan cita-cita keluarga sejahtra dalam kehidupan melalui program nyata. Seni dan Budaya perlu dijaga dan dipertahankan, karena itu merupakan warisan budaya dari nenek moyang kita," ajaknya Iwan, sabtu (14/12/2019) di Cikondang, Citamiang.

Gelaran latihan seni bela diri dan pasang giri Perguruan Silat Rantai Padi Kota Sukabumi. 
Sementara itu, Ketua Perguruan Silat Rantai Padi, Kang Agus S, dalam sambutan nya mengajak kepada masyrakat untuk menjaga kelestarian warisan budaya yang berdiri pada tahun 1960 itu. Kang Asep bercerita dan mengulas sekilas sejarah tentang berdirinya Perguruan Silat Rantai Padi.

"Dulu, Perguruan Silat Rantai Padi brrdomisili didaerah Tipar atau Kelurahan Tipar. Kami hizrah ke Kampung Baru Cikondang pada tahun 1989 dan tetap lestari sampai saat ini," kata Kang Asep.

Kang Asep mengajak para pencinta Seni dan Budaya untuk terus menjujung tinggi nilai ke aripan lokal yang diwariskan oleh para leluhurnya. Menurut Kang Asep,  nama Perguruan kita Rantai Pada dari pengertian, "Ratai berarti (satu ikatan yang tak boleh koyak dan selalu bersama) dan "Padi diibaratkan (padi semakin berisi semakin merunduk).

"Ya, kedua kalimat pada kata Rantai Padi itu cukup jelas maknanya. Semoga kita bisa memaknai dari kalimat nama Perguruan diatas," jelasnya.

Harapan Kang Asep dengan adanya perguruan di Kota Sukabumi, Seni dan Budaya leluhur tetap terpelihara. Katanya, semoga kedepan Pencak Silat Rantai Padi ini menjadi salah satu Icon di Kampung Baru Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang tersebut. Selain itu, juga dapat melahirkan juara-juara pasang giri di tingkat Kota, Provinsi maupun Nasional.

Lanjut Kang Agus, tak lupa ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan Perguruan Silat "Maung Bodas Alfath". Bahwasanya, Perguruan Silat Maung Bodas Alfath, telah memberikan dukungan melalui alat dan Nayaga Kendak Pecak Silat. Kang Asep berharap, melalui Pemerintah dan Dinas Budaya Pemuda dan Pariwisata Kota Sukabumi turut serta ikut memperhatikan.

"Ya, kesenian pencak silat merupakan Budaya dan tanggungjawab Pemerintah juga tentunya. Agar para generasi pencinta Seni Budaya tidak punah, tentunya dorongan dari pemerintah sangat kami tunggu dan dibutuhkan," pintanya.
Share this article :
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger