Home » » Kebakaran di Pandeglang Banten, Luluh Lantakan Pondok Pesantren

Kebakaran di Pandeglang Banten, Luluh Lantakan Pondok Pesantren

Written By Samsun Ramlie on Jumat, 10 Januari 2020 | Januari 10, 2020

laporan : Haeruddin Pandeglang
Edirot : Muhammad Zidan


Kebakaran hanguskan seluruh asrama dan rumah Pondok Pesantren Daarul Mubtadiin Jalan Raya Munjul, Kabupaten Pandeglang Banten, pada kamis (9/1) malam. |Sumber Foto : Istimewa
LINGKARPENA.id, PANDEGLANG - Kebakaran hebat di Pandeglang, Provinsi Banten, luluh lantakan Komplek Pondok Pesantren pada jumat malam. Kebakaran tersebut terjadi di Pondok Pesantren Daarul Mubtadiin, Kampung Cibereum rt. 004/002 Desa Sukasaba, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang Banten, pada jumat malam, atau Kamis (09/1) sekitar pukul 23:30 Wib, malam.

Api begitu cepat membakar seluruh Pondok Pesantren Putra dan Putri termasuk rumah milik pengasuh Pondok Pesantren Daarul Mubtadiin. Dugaan sementara penyebab kebakaran terjadi akibat kosleting arus pendek listrik. Api tidak bisa dijinakan, dalam waktu sekejap Asrama Putra dan Putri termasuk rumah Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Mubtadiin, Munjul Pandeglang, nyaris rata dengan tanah.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Studi Islam (FSI) Cibaliung KH. Aang Khunaefi, beserta Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Munjul, KH. Aminuddin saat berkunjung ke lokasi bencana kebakaran mengatakan turut berduka atas bencana yang menimpa Pondok Pesantren Daarul Mubtadiin tersebut.
Kondisi saat ini Ponpes Daarul Mubtadiin pasca kebakaran |foto:ist
Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Mubtadiin Kyai Ikna mengatakan, akibat kebakaran semua peralatan rumah dan isinya habis terbakar tak satupun tersisa. Diantaranya, mushaf Al-Quran, Kitab Kuning dan dokumen penting seperti izin operasional Pesantren raib dilalap api, cuma pakaian yang dikenakan saja, selain itu semuanya habis terbakar.

"Api begitu cepat membakar Ponpes ini. Kami mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun semuanya sia sia api terlalu besar untuk dipadamkan. Iya, semua peralatan raib,  alquran, kitab,  dokumen penting dan lainnya tidak bisa terselamatkan. Alhamdulillah tak ada korban jiwa," terang Kyai Ikna pada lingkarpena.id pada Jumat (10/1/2020).

Diketahui saat ini, Pondok Pesantren Daarul Mubtadiin, memiliki santri putra-putri seluruhnya berjumlah 50 orang. Namun, yang menetap saat terjadi kebakaran cuma 20 orang. Dari jumlah kobong (kamar) yang ada berjumlah 8 Kobong bertingkat. Taksiran kerugian dari bencana kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp. 150.000.000. juta (Seratus lima puluh juta rupiah) termasuk 1 Unit kendaraan roda dua yang ikut terbakar.

Sementara itu, Ketua DPW FSI dan FPI cabang Kecamatan Munjul akan berusaha membantu meringankan bencana yang menimpa Ponpes Daarul Mubtadiin tersebut. Pihaknya akan melakukan  penggalangan dana untuk Ponpes Daarul Mubtadiin agar segera bisa dibangun dan beroperasi kembali seperti sebelumnya.

"Kami pengurus FPI Munjul beserta FSI Cibaliung, In Sya Allah secepatnya melakukan koordinasi dengan yang lainnya. Iya, penggalangan dana pastinya akan kami lakukan agar Pondok Pesantren Daarul Mubtadin ini bisa dibangun kembali dalam waktu dekat. Doa kan saja," ucap KH. Aminuddin (FPI) Munjul dan KH. Aang Khunaefi (DPW FSI) Cibaliung, seraya pungkas keduanya.


Share this article :
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger