Home » » PK PMII Sukabumi Adakan Dialog (ASWAJA) Ahlussunnah wal Jamaah

PK PMII Sukabumi Adakan Dialog (ASWAJA) Ahlussunnah wal Jamaah

Written By Samsun Ramlie on Minggu, 19 Januari 2020 | Januari 19, 2020


LINGKARPENA.ID , KOTA SUKABUMI - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAI SUKABUMI, menyelenggarakan pelantikan dan Dialog Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Kegiatan mengangkat tema Internalisasi Aswaja bagi cita diri PMII dalam Kacamata Sejarah acara tersebut  berlangsung minggu, (19/01).

Menurut Insan Maualana, untuk memastikan keadilan, PMII hendaknya menangkal radikalisme di kampus. “Yakni dengan selalu menjaga dzikir, fikir dan amal shaleh sehingga bisa membangun sebuah keadilan,” ketua pelaksana pelantikan dan dialog , Singkatnya.

Muhammad Nasir selaku Ketua Komisariat STAIS berharap dengan adanya pelantikan  dan dialog bisa membentuk kader mandiri dan selalu membangun komunikasi antarsesama mahasiswa. “Dan dilanjutkan juga komunikasi dengan pihak kampus hingga nantinya bisa membuahkan kader yang lebih besar.” harapnya.

“Sebagai kader PMII harus tangguh, berani, pantang menyerah, pantang putus asa, dan pantang mundur dalam situasi dan kondisi apapun,” tegasnya.

Dalam pandangannya, PMII harus kuat secara ideologis dan ilmu. “Serta tentunya bertanggung sehingga bisa menerapkan ilmunya,” katanya.

Dirinya juga berharap PMII STAIS selalu eksis, lebih baik dan lebih semangat dalam menjalankan tugas. “Pelantikan dan dialo ini merupakan kesempatan bagi kita agar saling mengenal dengan lebih dekat antarsesama.
Yang juga diingatkan agar para kader berkomitmen dalam memperjuangkan nilai Islam dan NKRI, juga toleransi tinggi. “NKRI adalah harga mati bagi PMII, demikian pula mengikis paham radikal, serta menjaga Islam rahmatan lilalamin,” urainya.

Faisal munawar mantan ketua komisariat demisioner Dalam pandangannya, mahasiswa adalah calon penerus, karenanya harus konsisten terhadap jalan yang baik, termasuk menangkal radikalisme atau terorisme. “Berpikir secara ilmiah agar bisa kritis, namun jangan menjadi teroris karena itu pertanda tidak bertanggung jawab.Lebih lanjut dia berpesan jangan sombong lantaran menjadi mahasiswa. “Mahasiswa harus bisa menjadi contoh yang baik bagi kehidupan. Demikian juga jangan takut belajar dan berbicara dalam menegakkan keadilan,” pesannya.

Faisal Munawar berpesan agar kader PMII menjadi insan yang toleran sebagaimana dicontohkan Rasulullah. “Meskipun sering dilempari dengan kotoran oleh orang kafir,  namun selalu sabar dan memberikan toleransi sehingga bisa menyadarkan orang lain,” pungkasnya.

Para narasumber yang mengisi pada kegiatan dialog yaitu para ketua komisariat sekota sukabumi dan sekretaris cabang pmii  kota sukabumi.


Reporter : Iqbal
Share this article :
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger