Wafiq Hidayat
Edirot : Muhammad Zidan
![]() |
| Paiz Solahudin, korban maling di RSUD palabuharatu, saat menunjukan SIM yang baru dan dokumen penting lainnya. |Sumber Foto : Ist |
"Ya, hilangnya sekitar pukul 03.30 dini hari. Karena pada pukul 03.00 itu, saya masih bangun. Saya ketiduran, pada saat bangun sekitar pukul 04.00, barang yang satu paket di dalam tas kecil sudah gak ada," aku Paiz kepada lingkarpena.id, Kamis (9/1/2020).
Lanjut Paiz, meskipun uang yang ada dalam dompet yang raib tidak seberapa, namun surat dan barang berharga sangat berarti. Diantaranya, seperti STNK, SIM, KTP, ATM dan dua buah telepon genggam ikut raib digondol maling.
"Saya sedikit menyayangkan perihal keamanan dari pihak RSUD Palabuhanratu. Saat saya tanyakan soal cctv, itu pun tidak ada. Ya, kata pasien yang lain, disini sering terjadi kehilangan Mas," ungkapnya.
Usai kemalingan, Paiz langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sukabumi untuk ditindak lanjuti. Selain melaporkan soal kemalingan ia mengurus surat-surat pentingnya yang raib tersebut. Dirinya berharap, pelakunya cepat tertangkap dan pihak RSUD bisa memperhatikan soal keamanan dan kenyamanan pasien serta keluarganya di lingkungan RSUD. Menurutnya, jika sekelas RSUD bisa keluar masuk maling dengan sering, berarti management nya gak beres.
"Orang yang ada di RSUD itu bukan piknik jadi sudah barang tentu barang atau uang yang di bawa ke RSUD itu untuk kepentingan darurat. Ibarat kata, sudah jatuh tertimpa tangga, dan pihak RSUD seolah ini biasa dan tidak ditanggulangi. Ya, minimal dengan memasang cctv di setiap ruangan gitu, lha ini, malah cctv yang ada di parkiran saja mati," tegasnya.
Sampai saat ini, pihak management dan Humas Rumah Sakit Umum Daerah Palabuhanratu Sukabumi, belum memberikan jawaban secara resmi soal adanya kasus maling di lingkungannya.
