Home » » Bukan Tersambar Petir, Inilah Kronologis Meninggalnya Kakek Hani Menurut Polisi

Bukan Tersambar Petir, Inilah Kronologis Meninggalnya Kakek Hani Menurut Polisi

Written By Samsun Ramlie on Kamis, 13 Februari 2020 | Februari 13, 2020

Lingkarpena.id, SUKABUMI - Beredarnya video di media sosial yang menyebut adanya korban meninggal dunia akibat tersambar petir di Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi dibantah pihak kepolisian.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tegalbuleud Ajun Komisaris Polisi Joko Supono membenarkan adanya kejadian itu namun korban bukan meninggal akibat tersambar petir seperti yang beredar di media sosial.

"Benar tapi bukan akibat tersambar petir, namun disebabkan korban mempunyai riwayat sakit jantung pada saat mendengar suara sambaran petir," terangnya kepada lingkarpena.id, Kamis (14/2/2020).

Menurutnya, kejadian bermula pada Kamis (13/2) sekira pukul 14.30 Wib. Saat itu korban yang bernama Kakek Hani (65) bersama istrinya Enah (50) sedang menanam bibit semangka di lahan perkebunan milik PTPN VIII Cikaso blok Ciayunan. Namun saat mereka sedang bekerja tiba-tiba turun hujan deras sehingga mereka berteduh di gubuk miliknya.

Pada saat berteduh itulah, kata Joko, korban mendengar suara sambaran petir sangat keras tepat di belakang gubuknya. Korban langsung tergeletak seketika tidak sadarkan diri. Melihat kejadian itu, istri korban panik langsung menghampiri korban sambil berteriak minta pertolongan.

"Pada saat kejadian saksi Edin (50) sedang ikut berteduh di gubuk milik korban sehingga langsung membantu di lokasi," terangnya.

Lanjut Joko, sekira pukul 14.45 Wib anggota Polsek Tegalbuleud beserta petugas Puskesmas Tegalbuleud tiba di lokasi untuk membantu penanganan.

"Hasil pemerikasaan tim medis Puskesmas Tegalbuleud bahwa korban dinyatakan sudah meninggal dunia dan tidak ditemukan bekas luka atau gosong akibat sambaran petir," paparnya.

Kemudian, kata dia, sekira pukul 15.00 Wib korban langsung dievakuasi ke rumah duka menggunakan ambulance Puskesmas Tegalbuleud untuk proses pengurusan jenazah. "Saat ini korban telah selesai dimakamkan di TPU Panginuman Desa/Kecamatan Tegalbuleud," ungkapnya.

Dengan begitu, Joko menegaskan bahwa informasi melalui tayangan video yang beredar di media sosial yang menyatakan korban meninggal akibat sambaran petir merupakan informasi yang tidak sesuai dengan keadaan yang terjadi. "Korban meninggal dunia akibat mempunyai riwayat sakit jantung," pungkasnya.


Redaksi
Share this article :
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger