Home » » Selalu Kosong, SPBU Batusapi Klaim Kuota Premium Habis Satu Malam Oleh Nelayan

Selalu Kosong, SPBU Batusapi Klaim Kuota Premium Habis Satu Malam Oleh Nelayan

Written By Samsun Ramlie on Minggu, 07 Juni 2020 | Juni 07, 2020

SPBU Batusapi tak sediakan premium di siang hari. | Sumber foto: Wafik Hidayat
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Manajemen Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Batusapi Palabuhanratu klaim BBM jenis premium ditempatnya habis terjual hanya dalam waktu satu malam.

Hal itu lantaran kuota yang diberikan oleh Pertamina masih di bawah kebutuhan konsumen. Oleh karenanya, masih banyak konsumen yang datang mulai dari angkutan kota (angkot) hingga nelayan tidak kebagian premium karena stok sudah habis.

Pengawas SPBU Batusapi Palabuhanratu, Dhera Jupendi mengatakan, kuota premium yang diberikan Pertamina untuk SPBU Batusapi hanya 8 Kiloliter per hari. Sedangkan kebutuhan nelayan saja rata-rata per hari mencapai 12 Kiloliter.

"Jadi kuota yang diberikan Pertamina untuk SPBU kita masih di bawah kebutuhan nelayan, soalnya setiap SPBU diberikan kuota berbeda-beda," ujarnya kepada lingkarpena.id, Senin (8/5/2020)

Di SPBU Batusapi ini, lanjut Dhera, tidak membatasi waktu penjualan premium. Mulai tangki datang sekira jam 5 sore kemudian buka penjualan dari jam 7 malam sampai sehabisnya stok.

"Dari buka penjualan jam 7 malam dipastikan pagi hari sudah habis. Jadi kalau masyarakat mau mengisi premium di SPBU kami coba datangnya malam saja," terangnya.

Selain kendaraan bermotor, kata dia, habisnya kuota premium kebanyakan oleh nelayan. Mulai dari nelayan Cisolok, Pajagan, Cibangban bahkan nelayan Loji Kecamatan Simpenan. Tentu tidak terlepas dari nelayan Palabuhanratu.

"Habisnya kuota premium di SPBU kami rata-rata oleh nelayan yang sering mengisi di sini. Jadi mereka datang malam-malam mengisi ke sini," kata dia.

Alasan nelayan-nelayan Pajagan dan sekitarnya sering mengisi premium di SPBU ini, lanjutnya, karena di SPBU Cimaja menerapkan kebijakan membatasi penjualan premium untuk nelayan Pajagan dan sekitarnya.

"Mereka memberi waktu hanya 3 jam untuk nelayan, selebihnya untuk angkot, ojek dan masyarakat," ungkapnya.

Selain Batusapi, SPBU lain menerapkan peraturan Pertamina yang melarang nelayan membeli menggunakan jerigen, harus pakai kaleng.

"Kalau kami masih memberikan banyak dispensasi, jadi yang tidak kebagian premium di SPBU Cimaja masih bisa di sini. Begitupun yang menggunakan jerigen di sini masih bisa," imbuhnya.

Namun begitu, terkait pembelian premium untuk dijual kembali secara eceran, Dhera mengaku tidak tahu. Dia berasumsi mereka mendapat dari SPBU lain. Bila benar dari SPBU nya kemungkinan petugasnya kecolongan atau menitip pembelian ke nelayan.

"Kalau jerigen nelayan biasanya sudah ada olinya dan kalau petugas kami menemukan jerigen tampa oli mereka suka bertanya. Yang pasti pembelian premium untuk dijual kembali secara eceran itu secara aturan tidak boleh," pungkasnya.


Reporter : Wafik Hidayat
Editor : Surya Adam

Share this article :
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger