Berita
Latest Post

Pemdes Warungkiara Sulap Embung Desa Jadi Destinasi Wisata Situ Halimun

Written By Samsun Ramlie on Minggu, 16 Agustus 2020 | Agustus 16, 2020

INOVASI: Destinasi Wisata Situ Halimun di Kampung Halimun, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi yang menjadi program unggulan desa. | Sumber foto: Wafik Hidayat
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Pemerintah Desa (pemdes) Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi manfaatkan embung desa menjadi destinasi wisata Taman Situ Halimun dan menjadikannya sebagai program unggulan desa. Bahkan, dalam dua tahun ini sudah dibangun sejumlah fasilitas penunjang wisata.   

Embung desa yang berlokasi di Kampung Halimun Desa Warungkiara ini, dapat ditempuh dalam waktu lima menit dari jalan utama. Untuk menarik pengunjung lebih banyak lagi, Pemdes Warungkiara berencana akan membuat wahana permainan air di Taman Situ Halimun tersebut.

Sekertaris Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Yandi Sopiandi, mengatakan destinasi wisata Taman Situ Halimun ini menjadi program prioritas Desa Warungkiara. 

"Destinasi wisata Taman Situ Halimun ini lokasinya strategis, berada di pinggir jalan dan tidak jauh dari jalan utama. Makanya kita prioritaskan pembangunannya," ujar Yandi kepada lingkarpena.id

Fasilitas destinasi wisata tersebut, kata Yandi, dibangun menggunakan dana Program Peningkatan Partisipasi Kecamatan (P3K) Warungkiara selama dua kali penganggaran dua tahun terakhir. 

"Untuk tahun 2019 kita mendapatkan anggaran P3K sebesar Rp400 juta, kemudian untuk tahun 2020 sebesar Rp300 juta. Jadi total anggaran keseluruhan sebesar Rp700 juta. Semuanya kita alokasikan untuk destinasi wisata Taman Situ Halimun," tutur Yandi. 

Lanjut Yandi, tahun depan rencananya akan kembali menggunakan anggaran P3K itu untuk membuat wahana bermain air agar menarik pengunjung lebih banyak lagi. "Kita sudah bicarakan dengan Kecamatan Warungkiara," jelasnya.

Sementara untuk pengelolaanya, Pemdes Warungkira akan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Karangtaruna Desa Warungkiara. Sedangkan untuk kewenanganya akan diatur agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pengelolaanya nanti.

"Apabila dimaksimalkan destinasi wisata ini kami berharap akan berdampak baik terhadap ekonomi warga sekitar," pungkasnya.


Reporter : Wafik Hidayat 
Editor : Garis Nurbogarullah

Terima Hibah Rp50 Juta, PK-KNPI Jampangtengah Bangun Lapangan Sepakbola

DANA HIBAH: Serah terima dana hibah untuk pembangunan lapang sepakbola kecamatan dari donatur Deden Deni Idris (kanan) pada Ketua PK KNPI Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Riyandi. | Sumber foto: Rendy Wahyudi.
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi sampai saat ini belum memiliki fasilitas alun-alun di ibukota kecamatannya. Hal ini mengundang munculnya gagasan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK-KNPI) Kecamatan Jampangtengah untuk pengadaan alun-alun.

Gagasan tersebut mendapat respon baik dari berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, pemerintahan, maupun simpatisan dan para donatur. Terbukti Selasa 11 Agustus 2020 lalu, tepatnya di Aula Kantor Kecamatan Jampangtengah, PK KNPI menggelar acara serah terima bantuan terkait pembangunan lapangan sepakbola, yang ke depannya akan dipadukan dengan pengadaan alun-alun.

Bantuan tersebut bersumber dari dana hibah yang diserahkan langsung oleh ahli waris dari keluarga Ohir (almarhum), keluarga H. Muhammad Basyar (almarhum), dan keluarga H. Jeje (almarhum) yaitu Deden Deni Idris kepada ketua PK KNPI Kecamatan Jampang Tengah, Riyandi dengan nominal sebesar Rp50 juta.

Dengan adanya bantuan tersebut Camat Jampangtengah, Sabar Suko, yang hadir pada kesempatan itu berharap agar pihak PK-KNPI mampu memanfaatkan hibah sebaik mungkin.

"Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pengurus KNPI, sekaligus mampu menjadi stimulus untuk terus berkarya demi kebaikan bersama," kata dia.

Sementara itu, Ketua PK KNPI Jampangtengah, Riyandi atau yang akrab disapa Apek ini menyampaikan terima kasih kepada pihak pemberi sumbangan. Ia juga menegaskan akan segera merealisasikan anggaran yang diterima secara bertahap.

"Anggaran yang kami terima ini akan direalisasikan secepatnya untuk pembangunan alun-alun yang nantinya akan diproses secara bertahap dan pengadaan lapangan sepakbola merupakan langkah awal dari kami," ungkap Apek.


Reporter : Rendy wahyudi
Editor : Garis Nurbogarullah

Desa Kertaangsana Gandeng Perhutani Kembangkan Potensi Wisata

DESTINASI WISATA: Goa Buniayu salah satu destinasi wisata di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung yang berada di lahan Perhutani.| Sumber foto: Rendy Wahyudi
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemerintah Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi menggandeng Perhutani dalam pengelolaan potensi wisata di wilayahnya. 

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Dindin Wijaya mengatakan, di desanya terdapat dua destinasi wisata yang masuk wilayah Perusahaan Umum (Perum) Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani). 

Kedua objek wisata itu adalah Curug Bibijilan berlokasi di Kampung Lebaknangka dan Goa Buniayu atau Goa Siluman di Kampung Cipicung Desa Kertaangsana. 

"Dua destinasi wisata ini yang paling menonjol di desa kami. Keduanya berlokasi di lahan milik Perhutani dan sejauh ini masih dikelola oleh Perhutani," ujarnya kepada lingkarpena.id, ditemui di kantornya belum lama ini. 
Kantor Kepala Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. | Sumber foto: Rendy Wahyudi
Meski demikian, dalam pelaksanaannya desa dan Perhutani sudah bekerja sama terkait pengembangan ke depan. Sementara pengelolaan di lapangan, selain desa sudah banyak juga yang terlibat, seperti Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) yang turut berperan aktif. 

"Di lapangan, kami sudah ada MoU (memorandum of understanding atau nota kesepahaman) dengan perhutani, kompepar dan masyarakat sekitar terkait penataannya," tuturnya. 

Selain itu, ia mengatakan sedang mengupayakan kelengkapan sarana prasarana berikut akses jalan yang belum maksimal. "Kami harap semua pihak bisa menjalin kerja sama yang baik demi kelancaran pengembangan wisata di desa ini," harapnya. 

Terpisah, Kepala Resort Polisi Hutan Ciguha, Usu Juarsa mengatakan, Perhutani sebisa mungkin memaksimalkan kinerja dalam mengelola kedua destinasi wisata tersebut. Di antaranya dengan melakukan inovasi baru dalam konteks pemanfaatan lokasi wisata. 

"Kami selaku pengelola berupaya sebisa mungkin menjaga keasrian destinasi wisata ini. Sementara upaya pengembangan, di destinasi ini juga telah dibuka penawaran resepsi pernikahan dengan konsep outdoor," paparnya. 

Namun begitu, ia mengaku masih sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah. Terutama terkait kelengkapan sarana prasarana berikut akses jalan yang masih perlu dibenahi. 

"Terlepas dari tanggung jawab pengelola, dukungan pemerintah daerah masih sangat dibutuhkan untuk pengembangannya," pungkas dia. 


Reporter : Rendy Wahyudi
Editor : Surya Adam 

Sering Gagal Panen, Desa Sirnajaya Butuh Irigasi Khusus

Written By Samsun Ramlie on Kamis, 13 Agustus 2020 | Agustus 13, 2020

Kantor Kepala Desa Sirnajaya, Kacamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. | Sumber foto : Wafik Hidayat
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Pemerintah Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi meminta pemerintah daerah membangun irigasi khusus menuju embung Situ Halimun. Hal itu untuk menambah debit air saat musim kemarau.

Kepala Desa Sirnajaya Kecamatan Warungkiara, Dirma Sudirman mengatakan, pertanian merupakan potensi utama desa, akan tetapi saat ini area pertanian hanya produktif di musim hujan.

Embung Situ Halimun merupakan sumber utama pengairan pertanian warga di desanya. Namun pada saat kemarau, embung ini tidak teraliri air sehingga debitnya sangat sedikit. Kondisi ini berimbas pada gagal panen musim lalu. 

"Saat kemarau lahan pertanian terutama pesawahan tidak dapat dialiri air sama sekali, akibatnya setiap musim kemarau selalu gagal panen," ungkapnya kepada lingkarpena.id, Kamis (13/8/2020). 
Kepala Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara, Dirma Sudirman. | Sumber foto : Wafik Hidayat 
Dengan kondisi demikian, ia menyarankan pemerintah daerah khususnya Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Sukabumi agar membangun irigasi khusus menuju embung untuk meningkatkan debit air. 

"Ketika debit air menuju embung bertambah, otomatis air yang di tampung embung pun akan bertambah, sehingga mampu mengaliri lahan pertanian di musim kemarau sekalipun," tuturnya.

Menurutnya, embung Situ Halimun diperuntukan untuk mengaliri irigasi Desa Tarisi. Sedangkan saat ini irigasi Desa Sirnajaya mengandalkan tampungan air dari kebocoran irigasi Desa Tarisi.

"Masalahnya kebocoran irigasi Desa Tarisi sedang diperbaiki, dampaknya tidak akan ada lagi kebocoran air yang dapat di tampung oleh irigasi desa kami," keluhnya. 

Hingga saat ini pemdes Sirnajaya sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Warungkiara, guna mencari solusi terkait masalah ini.

"Kami sudah berbicara dengan pihak camat. Dan menurut informasi pak camat juga sudah berkomunikasi dengan PSDA, tinggal nunggu hasilnya," ucapnya.

Dia melanjutkan, PSDA dapat sesegera mungkin membangun irigasi khusus tersebut. Supaya potensi pertanian di desanya dapat dimaksimalkan.

"Mayoritas warga merupakan petani, untuk PNS serta yang lain paling cuma 5 persen, jadi sumber air untuk pertanian sangat dibutuhkan, saya berharap ini menjadi pertimbangan PSDA agar keinginan ini segera dipenuhi," pungkasnya. 


Reporter : Wafik Hidayat
Editor : Surya Adam 


Desa Nyalindung Dongkrak Produk Kopi Unggulan Melalui BUMDes

PRODUK UNGGULAN: Kopi Desa Nyalindung salah satu produk unggulan Desa Nyalindung. | Sumber foto : Rendy Wahyudi
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Pemerintah Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi berupaya mendongkrak potensi usaha di bidang pertanian. Di antaranya dengan mengembangkan produk kopi unggulan khas desa setempat. 

Kepala Desa Nyalindung, U Jamjuri melalui Kepala Dusun Wilayah I, Kosasih mengatakan, pemerintah desa saat ini sedang fokus mendorong Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian kopi.

Varietas ini dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu produk unggulan desa. 

Keseriusan pemerintah desa mendorong usaha ini, kata Kosasih, di antaranya telah dibangunnya kebun desa di Kampung Cirawa RT 03/05 desa setempat. Hasil dari kebun desa ini nantinya akan dikelola oleh Bumdes. 

"Sebagai langkah awal, kita sudah membangun kebun desa yang salah satu jenisnya adalah kopi. Bahkan saat ini sudah mulai masuk tahap proses produksi," ungkapnya kepada lingkarpena.id, Kamis (13/8/2020). 
PELAYANAN: Salah seorang staf Desa Nyalindung standby pelayanan masyarakat di kantor desa. | Sumber foto: Rendy Wahyudi
Pengembangan selanjutnya, ia menggambarkan hasil olahan kopi ini nantinya akan dipasarkan di kedai dan cafe kopi. Pemasaran mulai dari daerah terdekat kemudian meluas hingga kalau bisa sampai ke luar negeri.

Meski produksi sejauh ini masih dalam skala kecil, namun kwalitas produk kopi terbilang bisa bersaing. Terbukti beberapa waktu lalu sudah dilakukan uji sample langsung oleh barista di salah satu cafe kopi di Kota Sukabumi, dan hasilnya cukup memuaskan. 

"Untuk jenis kopi yang kami gunakan yaitu jenis arabika dengan merk produk Kopi Desa Nyalindung. Kami berharap produk kopi kami bisa bersaing di kelasnya," kata pria yang akrab di sapa Cosmin menutup pembicaraan. 


Reporter : Rendy Wahyudi 
Editor : Surya Adam

Pemdes Sukamaju Apresiasi Bantuan Rutilahu Yayasan Muslim Asia

Written By Samsun Ramlie on Rabu, 12 Agustus 2020 | Agustus 12, 2020

RUTILAHU: Aparatur Desa Sukamaju beserta perwakilan Kecamatan Cikakak foto bersama dengan pihak Yayasan Muslim Asia di rumah milik Bani yang baru selesai dibangun. | Sumber foto: Wafik Hidayat
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Pemerintah Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi mengapresiasi bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) oleh Yayasan Muslim Asia kepada dua warganya. 

Kedua rumah yang mendapat bantuan yaitu milik Bani di Kampung Sumurbandung RT 07/06 serta Masriah di Kampung Babakanasem RT 04/04 Desa Sukamaju. 

Kepala Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Empang Sopiandi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi bantuan pembangunan rutilahu dari yayasan yang berkantor di Jakarta tersebut. Kedua rumah sudah selesai dibangun bulan Juli kemarin. 

"Saya sangat berterima kasih kepada Yayasan Muslim Asia yang sudah membangun dua rumah warga kami, hal itu sangat membantu sekali," ungkapnya kepada lingkarpena.id, Kamis (13/08/2020). 

Lanjutnya, pelaksanaan pembangunan kedua rumah tersebut seluruhnya dilakukan oleh pihak yayasan. Ia hanya merekomendasikan rumah warga mana sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan yayasan. 

"Untuk teknis pengerjaan yayasan yang atur, desa hanya merekomendasikan rumah mana yang sesuai spesifikasi dari yayasan. Menurut pihak yayasan, rumah Bapak Bani dan Ibu Masriah itu sudah sesuai dengan yang diinginkan," tuturnya. 

Menurutnya, alasan pemdes memilih dua rumah tersebut karena secara fisik sangat mengkhawatirkan. Selain temboknya terbuat dari bilik, rumah tersebut pun terlihat akan ambruk.

"Kalau melihat fisik bangunan kedua rumah tersebut sangat mengkhawatirkan sekali, bahkan terlihat seperti akan ambruk. Padahal masing-masing rumah dihuni oleh lima orang," terangnya. 

Ia berharap, kerja sama yang baik antara pemdes dengan Yayasan Muslim Asia ini dapat berlanjut, agar manfaat kerja sama tersebut dapat dirasakan warganya lebih banyak lagi.

"Semoga ke depan bantuan masih terus berlanjut, tidak hanya sebatas sekarang saja. Karena masih banyak warga lain yang rumahnya masih dalam kondisi tidak layak hunj," harapnya. 


Reporter : Wafik Hidayat
Editor : Surya Adam 

Jasad Korban Tenggelam Curug Cipatala Ditemukan Mengambang

EVAKUASI: Tim Sar gabungan dibantu warga sekitar mengevakuasi jasad korban tenggelam Curug Cipatala Desa Panumbangan, Rabu (12/8/2020). | Sumber foto: ist.
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Setelah tujuh jam dilakukan pencarian, Asep (40) korban tenggelam di Curug Cipatala Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah akhirnya ditemukan warga dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 21.58 WIB, Rabu (12/8). 

Saat ditemukan, jasad korban yang tercatat sebagai warga Kampung Bojongtipar RT 04/03 Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi ini dalam kondisi kaku dan hanya mengenakan pakaian dalam. 

Informasi yang dihimpun, kejadian tenggelam diperkirakan sekitar pukul 14.40 WIB, Rabu. Saat itu korban datang ke Curug Cipatala bersama tiga orang anak. Satu di antaranya merupakan anak korban yang masih berusia sekitar 11 tahun.

Belum diketahui secara pasti kronologis peristiwa nahas tersebut, lantaran sampai saat ini saksi mata masih dalam kondisi syok dan belum bisa dimintai keterangan. Namun diduga, korban tenggelam akibat terpeleset saat berenang di tempat kejadian musibah. 

Satu di antara warga yang membantu pencarian, Muldani (56) mengatakan, belum diketahui secara pasti penyebab tenggelamnya korban. Saksi mata yang masih usia belia belum bisa diajak bicara sampai sekarang. 

"Yang saya tahu ada beberapa orang pengunjung (Curug Cipatala) yang melaporkan pada warga setempat bahwa ada anak menangis. Ketika ditanya ternyata bapaknya tenggelam. Jadi diduga korban tenggelam saat hendak mandi," ujarnya kepada lingkarpena.id, Rabu (12/8).

Jasad korban, kata dia, ditemukan muncul sendiri ke permukaan di sekitar curug karena warga diimbau agar tidak melakukan penyelaman guna menghindari korban tambahan. Terlebih tadah curug ini berbentuk danau kecil sehingga diperkirakan jasad tidak akan terbawa arus sungai. 

"Meski proses evakuasi terbilang alot karena kurang sarana dan alat pendukung lain, tapi yang lebih penting sekarang korban sudah ditemukan, sudah dievakuasi. Kemudian oleh pihak kepolisian dan BPBD selanjutnya di bawa ke rumah duka," pungkasnya. 


Reporter : Rendy Wahyudi
Editor : Surya Adam 
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger