Home » » BAZNAS berbicara Soal Banke dan Rentenir

BAZNAS berbicara Soal Banke dan Rentenir

Written By Samsun Ramlie on Rabu, 27 November 2019 | November 27, 2019


Mediajampang.co.id-SUKABUMI
ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi H. Ruyani

Cisaat Pusbang Dai-ketua Badan zakat nasiaonal H.Ruyani "mengatakan saat ditemui mediajampang.co.id terkait Aksi Boikot Bang Keliling,Bank Emok dan yang lainya yang mengatas namakan Bank Syariah
mungkin ini bukan rahasiah lagi marak nya Rentenir itu kita sudah lama tau bakan bukan lagi tanggung renteng yang terjadi diperusahaan itu bahkan kalau dia tidak bisa bayar "Katanya dia diajak tidur'.
Rabu (27/11/2019)

Dan dijampang itu terjadi, tadi malam saya dapat informasi mengalir kesaya jadi artinya apa kelakuan mereka itu sama saja ya seperti itu kalau sekarang ada upaya untuk memberantas saya kira memang harus masiv harus terjadi diseluruh kecamatan Karena disetiap kecamatan sudah terjadi contoh nya di Cikembar haya memang  dua hal yang harus dijadikan target.

Lanjut"Royani,yang pertama membendung agar para Retenir-rentenir itu tidak lagi berkeliaran di Daerah-daerah itu yang pertama.
Kemudian yang pertama itu harus sikap Represiv masyarakat atau mengusir dan lainsebagainya bisa seperti itu tapi kan itu ga akan selesai.

Harus ada langkah berikutnya bagai mana mencari solusi kan mereka terdesak oleh kebutuhan sehingga melakukan itu seandainya ada pendana tidak seperti itu perlakuan nya mereka tidak akan jatuh kesitu memang sulit.
BAZNAS sendiri terus terang sering menjadi tumpuan tapi kita tidak bisa berbuat banyak kita dulu coba 24 perusahaan .

Waktu itu terus terang niatnya hanya pilot project percontohan harapan kita diperusahaan itu bisa mengumpulkan Inpak kemudian kalau ada yang tet jerat seperti itu bisa ditangani dari hasil Inpak tadi dan kebutuhan-kebutuhan karyawan bisa menyebabkan terjerumusnya ke Rentenir bisa diatasi  sehinga dia tidak jatuh kepada kegiata-kegiatan Rentenir itu kalau diperusahaan itu bisa mengumpulkan dana.

Tapi"itulah diajak untuk kebaikan susah' jadi yang kita coba di 24 perusahaan itu teratasi ketika perusahaan lain minta Baznas kita tidak bisa berbuat karna apa dana zakat itu hanya sedikit hanya dikumpulkan dari pegawai nergri sipil (PNS) tiap hari banyak yang datang kesini lebih dari 40 orang minta dana zakat sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa
Paling Baznas melakukan kalau ada yang kesini seperti ada yang nagis-nagis Rumah nya mau disita danlain sebagainya kita bantu ada yang namanya hak "Gorimin itu asnap kita bantu paling 2.500.000 rupiah sampai besarnya 3000.000 rupiah kalau Besar-besar kita tidak bisa.

Ada yang dicoba Baznas diberi pinjaman tapi ya begitu memang sipat buruknya itu ditolong juga tidak ilang ada beberapa orang yang kita bantu upamanya utangnya 15000.000 rupiah kita beri 2.500.000 rupiah 12.500.000 rupiah harusnya mengembalikan justru ini yang kita repot.

Intinya"Artinya begini se umpamanya disepakati ada dilakukan upaya  secara masiv bersama Baznas bisa mempasilitasi seperti mengumpulkan inpak gitu kalau mengandalkan dana Zakat Baznas tidak bisa terusterang.

Tapi kalau memang yu' mengumpulkan Inpak disetujui oleh Bapak Bupati umpamanya terkumpul dana di Baznas untuk menangani itu yah insya allah Baznas siap tapi walaupun lagi-lagi karna ini seperti"gunung es'yang kelihatan beberapa orang tapi dibawanya semua sekabupaten sudah seperti itu .

Contoh yang dicikembar datang kesini kebetulan dia mualaf ada dua orang ya sama tanggung renteng jadi istilah nya ada pertemuan seminggu sekali yatapi tujuanya tidak lain untuk mengikat supaya mereka taat membayar untuk hallainya pengajian ga ada karna itu kelakuan Rentenir tujuan nya untuk membangun Ahlak yang penting tujuanya tercapai
sampai ada mualaf dicikembar sampai cerai sama suaminya  gara-gara itu pinjam uang suaminya tidak tahu"Jelasnya .
Share this article :
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger