![]() |
| Lokasi Taman Cikondang di Jalan Pramuka, Kelurahan Cikondang, Citamiang. |
Lokasi yang cukup strategis membuat taman tersebut ramai di kunjungi warga sekitar maupun pendatang. Terlebih keberadaan lokasi wisata kuliner yang berada di samping taman Cikondang ikut menambah daya tarik tempat tersebut.
Namun, sedikit di sayangkan sebahagiaan diantara beberapa fasilitas umum di taman tersebut sudah mulai tampak rusak. Mulai dari fasilitas toilet umum, gazebo sudah mengalami kerusakan lumayan parah. Terlebih pada lantai Gazebo sudah banyak berlubang dan itu tentunya mengancam keselamatan pengunjung. Terutama pada keselamatan anak-anak kecil yang bermain di area Taman Cikondang tersebut.
![]() |
| Kondisi Gazebo Taman Cikondang |
Salah satu pengunjung, kepada Mediajampang.co.id Rohaeni (33) Ibu rumah tangga mengatakan, keberadaan taman Cikondang patut di syukuri karna bermanfaat bagi masyarakat yang hendak rekreasi dan bersantai. Namun dirinya sedikit was-was bagi keselamatan anak-anak ketika melihat lantainya sudah mulai rusak.
"Iya, area gazebo lantainya sudah bolong-bolong. Saya merasa khawatir akan keselamatan anak-anak yang sedang bermain. Ya, takutnya masuk logak itu,'' kata Rohaeni, ditaman Cikondang, Citamiang, Rabu (27/11).
Rohaeni berharap, dinas terkait segera memperbaiki aset taman cikondang tersebut. "Ya, kalo bisa secepatnya diperbaiki. Kalau kaki terperosok dilantai gazebo itu, bahaya juga," pintanya.
Sementara itu, ketika di hubungi via pesan singkat WA nya, Kasi pertamanan DLH Kota Sukabumi, Fajar rahmansyah ST mengatakan, Insyaalah besok lusa pihaknya akan bongkar Gazebo terebut dan bakal menggantinya dengan Kramik. Menurutnya rencana pergantian lantai itu, supaya lebih aman kepada para pengunjung yang datang ke taman.
"Saya mohon maaf atas ketidak nyamanan atas kondisi lantai gazebo yang rusak. Secepatnya kita akan perbaiki," jelasnya.
Menyinggung soal keberadaan taman Cikondang, perwakilan masyarakat Kelurahan Cikondang, yang juga sebagai ketua Forum masyarakat Cikondang (Formaci) Edi Al Paul menyampaikan, baiknya pihak dinas meninjau ulang sial penataan taman dan para pelaku kuliner disekitar taman tersebut. Kata salah satu pengunjung taman Cikondng ada yang berbisik kurang sedap.
"Baiknya dilakukan penataan ulang oleh pihak dinas. Soal pelaku kuliner dengan pelaku usaha lainnya, baiknya ada penyekatan supaya terlihat lebih elegan," kata Paul.
Menurut paul, wisata kuliner yang berdampingan dengan Taman Cikondang, jangan dicampur adukan dengan pelaku usaha lainnya. Seperti adanya tukang cukur yang berada ditempt wisata kuliner rasanya kurang nyaman dilihat.
"Masa iya, ditempat wisata kuliner ada tukang cukur. Ya, rasanya kurang nyaman saja," sambungnya.
Krberadaan yang kurang tertata dikhawtirkan bisa menimbulkan kecemuburuan sosial dilingkungan para pelaku usaha lainya. Seni dan ciri khas kuliner taman cikondng akan hilang memudar dengan sendirinya, jika dicampur adukan dengan ragam kuliner dan jasa tukang cukur.

