Editor: Muhammad Zidan
![]() |
| Cupkikan dari video penganiayaan korban yang viral di media sosial.|sumber foto:Ist |
Pristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Perselisihan antara Ormas Manggala, PP dengan Ormas Gempa, Poskab Sapujagat (Yang tergabung dalam Jampang Meta). Saat itu Korban datang dengan tujuan untuk melerai agar tidak terjadi keributan didaerah tersebut. Tidak terima dengan perkataan sang Kyai warga setempat, Oknum Ormas Manggala langsung menyerang korban.
"Apabila mau ribut silahkan ditempat lain," kata Korban penganiayaan H. M Idih, yang saat itu tujuannya mau merelai kedua Ormas yang sedang adu argumen, juga pada saat pun banyak warga setempat pada mengambil vidio.
Dengan adanya tindakan korban, diduga memicu kemarahan dari pihak ormas Manggala (Sdr. Geheng) sehingga menghampiri korban memukul dan menendang korban dibagian dada hingga korban terjatuh. Setelah kejadian tersebut, kemudian Oknum pelaku dan rombongan Ormas Manggala meninggalkan lokasi dengan menggunakan kendaraan roda empat.
Menurut saksi kejadian Andi, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin Ketua Ormas Gempa Pajampangan (Sdr. Opik) meminta saksi untuk mengantar ke Pos Perhutani dengan tujuan ingin berkoordisasi bersama aktivis peduli lingkungan Jampang Meta dan pihak Perhutani untuk menutup akses jalan perhutani. Hasil dari koordinasi dengan perhutani, menyetujui untuk menyetop armada pengangkutan Pasir Besi PT KSP yang bertempat di Ciroyom Desa/Kecamatan Cibitung.
Kasus penganiayaan tersebut, kini sudah ditangani pihak kepolisian Polres Sukabumi. Pihak keluarga sudah membuat laporan resmi kepolisian atas penganiayaan terhadap Kyai M Idih tersebut.
"Pelaku sudah di amankan pihak kepolisian. Sudah kita amankan. Silahkan ke Kasat Reskrim atau ke Humas saja," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nuredi irwansyah Putra saat di konfirmasi, seperti yang dikutif detiknews.com
