![]() |
| Pos 1 jaga relawan gugus tugas kesehatan Covid-19 Asabaland, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Sukabumi.|Sumber foto: Istimewa |
"Ya, dalam sepekan ini kami mencatat kendaraan wisatawan yang kami putar balik di Pos 1 Asabaland, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap yang menuju Ujung Genteng, ada sekitar 300 unit kendaraan roda 4 (empat) dan sebanyak 700 unit kendaraan roda 2 (dua)," kata Abah Dendi, Koordinator relawan Gugus Tugas Covid-19 Ciracap, Minggu (31/5/2020).
Tim relawan gugus tugas kesehatan dan pencegahan Covid-19 Kecamatan Ciracap, sekitar 20 orang siaga 24 jam di Pos 1 Asabaland. Mereka terdiri dari Karang Taruna, Pemuda Pancasila dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lainnya tergabung dalam tim gugus tugas relawan kesehatan dan pencegahan Covid-19 Kecamatan Ciracap.
"Di Pos 1 Asabalendi ini kita dibagi menjadi dua shift. Pagi dari mulai pukul 08:00 WIB sampai pukul 19:00 WIB. sementara shift 2 dari mulai pukul 19:00 WIB hingga Pagi. Kami bekerja dengan ikhlas demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wisata yang ada di Ciracap bisa terkendalikan," ucapnya.
Menurut Abah Dendi, tidak banyak peralatan kesehatan yang disediakan di Pos jaga tersebut. Melainkan cuma 1 Unit kendaraan Ambulan milik Desa Purwasedar, serta cairan desinfektan buat cuci tangan.
"Ya, cuma itu saja yang ada di Pos Jaga relawan Covid-19 Asabaland. Tugas kami, cukup menghalau kendaraan pewisata yang datang, kami kasih masukan sesuai protokol kesehatan itu saja. Alhamdulillah para wisatawan mengerti dan memahami dan mereka langsung putar arah," jelasnya.
![]() |
| Situasi kondisi malam terakhir di Pos 1 Asabalend, saat tim relawan menghalau pewisata yang hendak menuju Pantai Ujung Genteng. |Sumber foto:Ist |
Sementara itu, rombongan wisatawan asal Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, saat ditemui wartawan Hikmat mengatakan, pihaknya sangat menyadari dan memaklumi atas pelarangan berwisata tersebut. Mereka tidak merasa tersinggung walau sudah jauh jauh datang dari Kota Sukabumi, untuk tujuan berwisata niatannya.
"Ya, kami menyadari bahwa situasinya tidak memungkinkan untuk berwisata. Tadinya kami berandai-andai saja. Kami dan rombongan ada sebanyak 5 (lima) kendaraan roda dua, berboncengan. Engga, kami gak sakit hati, mereka ramah ko tadi saat menyapa kami untuk putar balik kendaraan," pungkasnya.

