Home »
pict
» Terancam Gulung Tikar, Pedagang Ikan Asin Di Palabuhanratu Harapkan Bantuan Pemerintah
Terancam Gulung Tikar, Pedagang Ikan Asin Di Palabuhanratu Harapkan Bantuan Pemerintah
Written By Samsun Ramlie on Jumat, 29 Mei 2020 | Mei 29, 2020
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Sejumlah pedagang ikan asin di Palabuhanratu terancam gulung tikar akibat situasi Pandemic Covid-19 berkepanjangan. Terlebih diperpanjangnya pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Palabuhanratu.
"Sempat gulung tikar selama bulan puasa kemarin, baru setelah lebaran ini bisa jualan lagi. Itupun karena bos yang di kota mengerti kondisi saya," ujar pedagang ikan asin di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu, Rizka Maulana (38) kepada lingkarpena.id, Jum'at (29/5/2020).
Menurut Rizka, akibat corona penghasilannya menurun drastis hingga lebih dari setengah penghasilan pada saat kondisi normal. "Biasanya sehari paling sedikit terjual 10 kilogram, sekarang mah paling banyak cuma terjual tiga sampai empat kilo, segitu juga sudah bagus," ungkapnya.
Ditambah pemberlakuan PSBB juga menghambat pengiriman barang yang berimbas pada kenaikan harga. Terlebih kenaikan harga yang paling terasa pada jenis ikan asin japuh dan teri.
"Khusus ikan asin japuh harganya naik lumayan tinggi, soalnya dikirim dari NTB (Nusa Tenggara Barat). Bahkan jenis teri seperti teri nasi import dari Singapura dan Malaysia karena di Indonesia kurang banyak," kata dia.
Rizka berharap, Pandemic Covid-19 ini cepat berlalu dan kondisinya bisa normal kembali. "Harapan saya sih semoga corona ini cepat selesai dan usaha saya bisa seperti biasa lagi. Kalau pun memang masih lama saya harap pemerintah dapat membantu saya agar usaha saya ini tidak gulung tikar," pungkasnya.
Reporter: Wafik Hidayat
Label:
pict
