![]() |
| Kantor Desa Cikahuripan Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. | Sumber foto: Wafik Hidayat |
Diantaranya memfasilitasi tempat usaha yang lebih layak, bantuan permodalan serta membantu pemasaran produk yang lebih luas. Sebab, hal itu yang menjadi kendala pengembangan usaha kelompok abon ikan.
"Terkait tempat sebetulnya pernah kami tawarkan tempat produksi dekat situ, dan hal itu sudah dikomunikasikan antara pemdes dengan dinas kelautan," ucap Kepala Desa Cikahuripan, Heri Suryana kepada lingkarpena.id, Kamis (25/6/2020).
Lanjut dia, soal permodalan pun sebetulnya sudah dianggarkan pemdes di tahun ini. Namun, sehubungan situasi pandemi Covid-19, maka anggaran terpaksa dialihkan untuk penanggulangan corona terlebih dahulu.
"Insya Allah tidak putus asa, kita akan suntikan dana di tahun 2021. Itu dialokasikan dari dana desa dan bahkan kita sudah bantu alat produksi," ungkapnya.
Terlebih masalah pemasaran, pemdes sudah berkomunikasi dengan alfamart, indomaret bahkan jogja departement store termasuk membantu promosi lewat jual online.
"Namun untuk masuk minimarket, dengan permodalan yang masih minin hal itu belum bisa dilakukan karena masih terkendala sistem pembayaran yang terlalu lama," paparnya.
Heri mengatakan, kewajiban pemerintah desa pada kelompok usaha ini tinggal bagaimana mereka termotivasi mengembangkan usaha secara mandiri. Sehingga tidak selalu harus menunggu bantuan modal.
"Walau begitu, kami tetap akan berupaya agar produk UMKM ini lebih dikenal lebih luas lagi. Sehingga bisa menjadi ikon oleh-oleh khas Palabuhanratu," pungkasnya.
Reporter : Wafik Hidayat
Editor : Surya Adam
Editor : Surya Adam
