![]() |
| Abon ikan dan kerupuk ikan hasil olahan kelompok UMKM Desa Cikahuripan Kecamatan Cisolok. | Sumber foto: Wafik Hidayat |
Bantuan yang di harapkan kelompok UMKM yang memproduksi abon ikan dan kerupuk ikan ini terutama terkait permodalan, pemasaran serta tempat usaha yang memadai untuk pengembangan usaha. Pasalnya, usaha kelompok ini semakin terpuruk imbas dari pandemi.
Pelaku usaha abon ikan dan kerupuk ikan Desa Cikahuripan Kecamatan Cisolok, Neng Rahayu (52) mengatakan, usaha yang sudah ia jalani selama lima tahun ke belakang belum pernah tersentuh bantuan pemerintah. Padahal, bantuan itu sangat diharapkan terlebih dalam kondisi pandemi sekarang.
![]() |
| Anggota kelompok UMKM Abon Ikan Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Neng Rahayu (52) menunjukan tempat produksi yang masih sangat sederhana. | Sumber foto : Wafik Hidayat |
"Usaha ini berbentuk kelompok, banyak orang yang terlibat dan tentu keluarganya bergantung pada usaha ini," ujarnya kepada lingkarpena.id, Rabu (24/6/2020).
Sedangkan dampak dari corona ini sangat terasa, kata dia, bahkan selama dua bulan ini tidak bisa berproduksi karena tidak ada pesanan sama sekali.
Seharusnya pemerintah juga jeli terhadap usaha ini, abon ikan bisa dijadikan ikon Palabuhanratu. Palabuhanratu identik dengan ikan laut dan hasil olahannya, sehingga hal itu dapat membantu pemasaran produk.
"Seperti kunjungan kerja Menteri KKP kemarin. Kami ingin sekali kalau produk kita dijadikan oleh-oleh untuk pak menteri, pak wakil gubernur, itukan bisa jadi promosi," ungkapnya.
Rahayu mengaku pernah kedatangan orang dinas, namun cuma menanyakan ini dan itu tapi tidak ada kelanjutannya.
"Saya minta pemerintah dapat mewujudkan harapan kami, walaupun kami sadar pada saat corona sekarang mungkin sedikit susah, tapi saya yakin pasti ada program terkait pengembangan usaha ini," pungkasnya.
Reporter : Wafik Hidayat
Editor : Surya Adam
Editor : Surya Adam

