![]() |
| Gedung SDN Tegalega, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. | Sumber foto : Rendy Wahyudi |
Kepala SDN Tegalega, Desa Cijulang, Subarna mengatakan, ada dua ruang kelas di sekolahnya dalam kondisi rusak berat. Saat ini dua ruang kelas tersebut tidak digunakan karena membahayakan siswa dan pengajar.
"Ada dua ruang kelas yang kondisinya rusak parah. Atapnya bolong, dinding dan lantai retak, pintu tidak berfungsi dan kayu-kayu rangkanya sudah lapuk," ujarnya kepada lingkarpena.id, Sabtu (25/7/2020).
![]() |
| Kondisi ruang kelas SDN Tegalega, Jampangtengah yang rusak parah belum juga diperbaiki hingga sekarang. | Sumber foto : Rendy Wahyudi |
Menyiasati kekurangan ruang kelas dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), Subarna terpaksa merubah sebagian ruang perpustakaan menjadi ruang kelas agar proses KBM tetap berjalan.
"Kondisi ruangan yang hampir ambruk ini membuat kami khawatir terhadap keselamatan siswa dan guru, makanya terpaksa kami menggunakan perpustakaan sebagai ruang kelas," ungkapnya.
Ia menuturkan, kondisi ruang kelas sudah rusak parah seperti ini sejak sebelum dirinya menjadi kepala sekolah tahun 2018 lalu. Bahkan awalnya terdapat tiga ruangan kelas yang rusak.
"Saya mengusulkan pada instansi terkait dan pada 2019 mendapat bantuan rehab ruang kelas dari pemerintah sebesar Rp80 juta," ungkapnya.
Namun demikian, kata dia, pengerjaannya tidak dilimpahkan ke pihak sekolah. Melainkan oleh CV yang terikat kerja sama dengan pemberi bantuan. Sehingga dengan anggaran sebesar itu hasilnya tidak maksimal, hanya satu ruang kelas yang direnovasi.
"Pengerjaannya tidak maksimal. Mungkin jika dikelola oleh kami, anggaran sekitar Rp80 juta cukup untuk rehab dua ruangan," tandasnya.
Reporter : Rendy Wahyudi
Editor : Surya Adam
Editor : Surya Adam

