Home » » Wali Kota: Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi Dipastikan Terus Bertambah

Wali Kota: Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi Dipastikan Terus Bertambah

Written By Samsun Ramlie on Senin, 13 Juli 2020 | Juli 13, 2020

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. | Sumber foto : ist.
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, jumlah kasus COVID-19 di Kota Sukabumi dipastikan akan terus bertambah. Sebab sampai saat ini belum ada vaksin yang spesifik untuk meredakan virus corona tersebut.

Ditambah, di Kota Sukabumi terus menggencarkan pemeriksaan cepat (rapid test) maupun swab massal secara masif. Sehingga dipastikan akan ada penambahan kasus baru.

Sebenarnya, kata Fahmi, mudah bagi Pemkot Sukabumi jika hanya ingin sekedar menyandang zona hijau, tidak perlu melakukan pemeriksaan tersebut secara massal, karena pasti tidak ditemukannya lagi kasus baru.

"Semangat kami bukan hanya sekedar mengejar zona hijau, tetapi dalam kerangka melakukan percepatan penanganan," ucapnya.

Namun demikian, penambahan kasus Covid-19 di Kota Sukabumi dalam beberapa hari ini tidak mempengaruhi status zona hijau daerah ini. Setidaknya ada sembilan indikator yang menentukan suatu daerah masuk kategori zonasinya.

"Zonasi ini ada sembilan indikator, penambahan kasus positif saja tidak akan berpengaruh terhadap perubahan zonasi, karena yang dilihat bukan hanya salah salah indikator saja, tetapi sembilan indikator tersebut," paparnya.

Adapun kesembilan indikator itu antara lain laju pertambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Terkonfirmasi Positif Covid-19, geografis, dan kajian epidemiologi.

Fahmi mengatakan Kota Sukabumi merupakan "hub" atau simpul, sehingga pergerakan manusia dari berbagai daerah akan terus terjadi karena daerah ini diapit dua kota besar yakni DKI Jakarta dan Bandung.

Itulah sebabnya Kota Sukabumi menjadi daerah pertama di Jabar yang berstatus zona hijau, karena dinilai dari sembilan indikator tersebut sehingga layak untuk turun menjadi level I penyebaran Covid-19.

Meskipun demikian, pihaknya tidak ingin ada lagi warganya yang terinfeksi Covid-19, karena itu kuncinya ada di masing-masing masyarakat apakah menuruti segala aturan dan anjuran dari pemerintah, menerapkan protokol kesehatan maupun berperilaku hidup bersih dan sehat.

Bukan berarti status zona hijau ini Kota Sukabumi terbebas dari COVID-19, sehingga masyarakat merasa tidak peduli terhadap protokol kesehatan, sebab COVID-19 masih ada dan bisa menular kepada siapa saja.


Reporter : Alan Kencana/bbs
Editor : Surya Adam

Share this article :
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger