![]() |
| Ketua DPC Sarbumusi Kota Sukabumi, Yosep Pujianto Sumber Foto: abi |
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Dewan Pimpinan Cabang Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPC Sarbumusi) Kota Sukabumi meminta agar Pemerintah Kota Sukabumi bertanggung jawab atas dirumahkannya ratusan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) dibeberapa dinas yang ada di Kota Sukabumi ditengah Pandemi Corona ini.
"TKS adalah orang yang selama ini membantu meringankan tugas pemerintah secara teknis dibeberapa dinas, lalu saat ini mereka dirumahkan, kok Pemkot setega itu mengambil kebijakan di tengah Pandemi Corona," tegas Ketua DPC Sarbumusi Kota Sukabumi, Yosep Pujianto kepada lingkarpena.id, Minggu (31/5/2020).
Di sisi lain, kata Yosep, pemerintah pusat terus menerus mengambil jalur tengah untuk mengambil kebijakan antara pengusaha dan tenaga kerja agar sebisanya tak lebih banyak pekerja yang dirumahkan bahkan harus terpenuhinya hak dan kewajiban antara pengusaha dan pekerja. Tapi di Kota Sukabumi, kebijakan yang diambil untuk TKS malah merugikan satu pihak.
"Pemerintah seolah enggan memotong anggaran lain selain belanja perjalanan dinas dan belanja sosialisasi, dan lebih baik mengorbankan nasib TKS, ini kan tidak fair bagi TKS, Pemkot ini kenapa?," beber Yosep.
Padahal kata Yosep, selama ini TKS diberikan gaji di bawah UMR dan mereka masih menerima meskipun pas-pasan. Tapi kalau sampai diputus begitu saja, secara ekonomi keluarga TKS pasti akan sangat berpengaruh dan nantinya akan menjadi persoalan baru. Sementara di sisi lain, Pemerintah Kota mengalokasikan anggaran untuk pemulihan ekonomi yang sampai saat ini siapa penerimanya belum jelas.
"Pemkot kan bisa mengalihkan anggaran lain seperti fisik atau kegiatan lainnya ketimbang mengorbankan TKS, karena di sisi lain Pemkot pun sudah tepat dengan mengalihkan anggaran untuk belanja perjalanan dinas dan belanja sosialisasi ke penanganan Covid-19 termasuk pemulihan ekonominya. Saya berharap, Pemkot secepatnya memanggil TKS dan mempekerjakan kembali di dinas-dinas yang awalnya menugaskan mereka," tandasnya.
Reporter : Abi
Editor : Surya Adam
