Home » » Sisi Lain Kiprah Aktivis Menwa, Penerapan Konsep Bela Negara di Lingkungan Masyarakat

Sisi Lain Kiprah Aktivis Menwa, Penerapan Konsep Bela Negara di Lingkungan Masyarakat

Written By Samsun Ramlie on Selasa, 16 Juni 2020 | Juni 16, 2020

Aktivis Kelompok Bela Negara Menwa, Hasan Fuad. | Sumber foto : Samsun Ramlie
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Ramai pembahasan tentang rencana pembentukan kader bela negara sebagai komponen cadangan oleh Kementerian Pertahanan. Tak luput menyertainya perdebatan pro dan kontra tentang konsep bela negara.

Namun, ada sisi lain yang diungkapkan salah seorang aktivis kelompok bela negara Menwa, Hasan Fuad (59) terkait kiprah aktivis Menwa dalam ikut serta melakukan penyelamatan sumber daya alam sebagai penunjang sosial ekonomi masyarakat.

Hasan Fuad , yang kini menjadi Ketua RW 11, Babakan Jampang Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, mengungkapkan perlunya perhatian pemerintah atau pihak lain yang memiliki kepedulian untuk bisa ikut melakukan konservasi lingkungan.

Terlebih daerah aliran-aliran sungai yang mengalir di dua kelurahan, yakni Subangjaya dan Cisarua. Tujuannya untuk melestarikan salah satu sumber daya alam berupa air, yang sampai kapanpun selalu dibutuhkan dalam menunjang hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup pada umumnya. 
Selama ini, kata dia, aliran air tersebut digunakan terutama untuk mengairi sawah dan kebun serta kolam warga. Namun selain itu dipergunakan juga untuk memenuhi kebutuhan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) warga.

"Di musim kemarau pun, aliran air di sini tidak pernah kekeringan, tetapi jika tidak dikonservasi, lama-lama bisa mati akibat tanah longsor dan atau berubah fungsi," terangnya kepada lingkarpena.id, Minggu (17/06/2020).

Potensi pemberdayaan air, lanjut dia, bisa lebih dioptimalkan buat warga jika dibantu penataan lingkungan di sekitar daerah resapan air dan pengamanan saluran airnya. Sehingga dapat pula dimanfaatkan untuk potensi wisata di sepanjang kawasan konservasi.

"Pemanfaatan aliran air tersebut sebagai pembentuk PLTMH (Microhydro) dan lainnya," imbuh dia.

Perlu diketahui pula, tambahnya, Kampung Babakan Jampang wilayah RW 11 dapat dibentuk sebagai kampung tematik yang dapat diarahkan sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) baik lokal maupun regional.

"Kampung ini memiliki potensi pengrajin UMKM seperti produk permen jahe, noga kacang, sumpiah, kerajinan dari bambu seperti besek, pipiti yang dipakai untuk kemasan moci, bibika dan tahu serta layang-layang", tutup Hasan.



Reporter : Samsun Ramlie
Editor : Surya Adam

Share this article :
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger