![]() |
| Kantor Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. | Sumber foto : Rendy Wahyudi |
Hal itu disebabkan adanya refocusing anggaran pembangunan fisik desa yang dialihkan untuk penanganan wabah Covid-19. Sehingga, program pembangunan fisik yang sudah diagendakan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) ditunda sementara.
"Bisa dibilang hasil Musrenbangdes tahun ini ditunda pelaksanaannya, karena ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19," ujar Kepala Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Fuad Abdulatif kepada lingkarpena.id, di kantornya, Senin (20/7/2020).
![]() |
| Kepala Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Fuad Abdulatif. | Sumber foto : Rendy Wahyudi |
Menurutnya, wabah Covid-19 tidak hanya berdampak pada perekonomian warganya, namun juga pada keberlangsungan pembangunan fisik. Diantaranya pembangunan tugu desa, tembok penahan tanah (TPT), posyandu, madrasah, infrastruktur jalan dan lainnya.
"Karena pembangunan berbentuk fisik tertunda, kami rasa membangun mental masyarakat serta meningkatkan keamanan lingkungan jadi solusi terbaik untuk sementara ini, sesuai dengan tujuan saya ingin menjadikan Desa Tegallega sebagai desa religius dan sadar hukum," paparnya.
Sejauh ini upaya Pemerintah Desa Tegallega sudah terbukti dengan ditunjuknya salah satu kampung di desa ini sebagai kampung tangguh Covid-19 oleh Polsek Lengkong.
Di sisi lain desa ini juga sudah menerima Surat Keterangan (SK) sebagai desa sadar hukum, serta sudah terbentuknya kelompok sadar hukum yang tugasnya melakukan pembinaan terhadap kalangan masyarakat di Desa Tegallega.
"Untuk mewujudkan desa religius dan taat hukum, ada beberapa program binaan yang sudah berjalan dengan fokus membangun mindset masyarakat untuk menjadi tertib dan taat aturan," ungkapnya.
Beberapa program yang sudah berjalan diantaranya, safari dakwah desa, silaturahmi ulama umaro, subuh keliling (Suling), kampung ramah anak yang dilaunching pada 7 Juli kemarin, serta untuk keamanan lingkungan sudah ada 20 pos ronda yang dibangun.
Reporter : Rendy Wahyudi
Editor : Surya Adam
Editor : Surya Adam

