![]() |
| PERLU PERBAIKAN: Kondisi jalan rusak di Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah. | Sumber foto: Rendy Wahyudi |
"Kalau tidak salah, jalan ini terakhir diaspal tahun 1998. Pengaspalan mulai dari jalan utama sampai ke Kampung Wangun," ungkap warga Kampung Ciawitemen RT 07/02, Desa Bojongjengkol, Konah (54) kepada lingkarpena.id, Jum'at (31/7/2020).
Selang beberapa tahun kemudian, tambah Konah, jalan ini sudah rusak lagi hingga tersisa hanya jalan tanah tampa aspal sama sekali. Sejak saat itu belum pernah ada perbaikan sampai sekarang.
"Terakhir diaspal tahun 1997 atau 1998, sampai sekarang belum pernah diperbaiki lagi. Wajar saja sudah seperti kubangan kerbau," ungkapnya.
![]() |
| Jalan rusak di Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah yang belum diperbaiki hingga sekarang. | Sumber foto: Rendy Wahyudi |
"Kondisi jalan rusak parah, sehingga berdampak pada warga yang kesulitan menjual hasil pertanian dan peternakannya. Tentu menghambat laju perekonomian di desa kami," tuturnya.
Bahkan di musim penghujan, lanjut dia, petani harus rela menyewa mobil hanya sekadar untuk menjual hasil tani dan ternak mereka, karena tidak memungkinkan jika menggunakan sepeda motor.
"Jika tidak sanggup sewa mobil, biasanya tengkulak mengambil ke rumah petani. Kalau begini harga jual dipastikan turun," bebernya.
Dengan begitu, ia berharap instansi berwenang bisa segera memperbaiki ruas jalan tersebut. Agar aktivitas perekonomian masyarakat Desa Bojongjengkol bisa berjalan lancar.
"Kami harap pemerintah segera memperbaiki jalan ini, agar memudahkan akses tranportasi perekonomian masyarakat," pungkasnya.
Reporter : Rendy Wahyudi
Editor : Surya Adam

