![]() |
| DIBANGUN: Rumah warga Desa Cikelat milik Ibu Nani yang sudah selesai dibangun. | Sumber foto: Wafik Hidayat |
"Saat ini saya sedang fokus bakti sosial, kegiatannya adalah membangun rutilahu setiap tiga bulan sekali," ujarnya kepada lingkarpena.id, Jum'at (31/7/2020).
Menurutnya, program bedah rutilahu ini ia bangun menggunakan sistem bakti swadaya kepala desa, yaitu dengan pemanfaatan material di sekitar pembangunan. Namun khusus bahan yang tidak tersedia, dilakukan pembelian dengan menggunakan uang pribadi kades.
"Satu unit rumah anggarannya sekitar Rp20 juta, itupun menggunakan uang saya pribadi. Tapi material yang bisa diambil di sekitar, seperti batu belah dan lainnya, itu diatur lembaga," tuturnya.
Sementara ini, ia mengatakan baru bisa menyelesaikan dua unit rumah tidak layak huni warganya. Yaitu rumah milik Pak Jutasa di Kampung Pareang RT 28/11 Dusun Sukabakti dan rumah milik Ibu Nani di Kampung Pangkalan RT 02/01 Dusun Karamatjaya.
"Selain rutilahu, kita juga sudah membangun tribun lapang sepak bola, tempat duduk di pinggir lapang taman kecil di depan kantor desa dan lainnya," pungkas dia.
Reporter : Wafik Hidayat
Editor : Surya Adam
