![]() |
| Kantor Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. | Sumber foto: Wafik Hidayat |
Sekretaris Desa Cihaur, Asep Soleh Sarip Hidayat mengatakan, pembangunan destinasi wisata ini sudah siap dikerjakan dan sudah dianggarkan oleh program Peningkatan Partisipasi Pembangunan Kecamatan (P3K) Kecamatan Simpenan.
"Sayang sekali, padahal tinggal pelaksanaan. Cuma karena masalah izin yang tidak diberikan oleh perkebunan, akhirnya pembangunan destinasi ini tidak bisa dikerjakan," sesal dia kepada lingkarpena.id, Jum'at (10/7/2020).
Padahal, potensi wisata di kawasan itu terbilang lengkap dan sudah masuk menjadi salah satu spot Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Mulai dari curug (air terjun), danau hingga keindahan panorama alam perbukitan.
"Karena tidak diizinkan perkebunan, anggaran P3K yang seharusnya untuk membangun destinasi wisata di desa kami, akhirnya dialihkan untuk pembangunan rest area di desa sebelah," keluhnya.
Lanjut Asep, selama ini keberadaan perusahaan perkebunan dirasa kurang bermanfaat bagi warga Desa Cihaur. Dengan kejadian ini justru malah menghambat pembangunan yang menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Terkait izin, kami sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pihak perkebunan, namun tidak ada jawaban sama sekali. Padahal apa susahnya sih mengeluarkan izin, toh lahan yang digunakan juga tidak luas," ucapnya.
Dia berharap, kejadian ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar segera membantu dan menyelesaikan persoalan ini. Sehingga perencanaan pembangunan destinasi wisata Desa Cihaur dapat segera direalisasikan.
"Kami berharap semua pihak terutama pemerintah daerah bisa membantu kami. Karena membantu kami sama dengan membantu masyarakat dan tentunya kepentingan masyarakat harus di atas kepentingan perkebunan," sindirnya mengakhiri pembicaraan.
Reporter : Wafik Hidayat
Editor : Surya Adam
Editor : Surya Adam
