Home » , » Tumbuhkan Semangat Gotong Royong, Desa Sindangsari Fokuskan DD untuk Program PKT

Tumbuhkan Semangat Gotong Royong, Desa Sindangsari Fokuskan DD untuk Program PKT

Written By Samsun Ramlie on Jumat, 17 Juli 2020 | Juli 17, 2020

Kepala Desa Sindangsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Yan Mardiyana. | Sumber foto : Rendy Wahyudi
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Desa Sindangsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi prioritaskan Dana Desa (DD) untuk program Padat Karya Tunai (PKT). Sebab, program ini dinilai bisa mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Sindangsari, Kecamatan Jampangtengah, Yan Mardiyana mengatakan, program padat karya tunai merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat kurang mampu yang bersifat produktif. Pelaksanaanya pun mengutamakan sumber daya, tenaga kerja dan teknologi lokal.

"Program PKT dalam lingkup pembangunan fisik di desa kami sudah direalisasikan dengan baik, dengan memfokuskan sumber anggaran dari dana desa," ujarnya kepada lingkarpena.id, Jum'at (17/7/2020).
Kantor Desa Sindangsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. | Sumber foto: Rendy Wahyudi
 Ia juga menjelaskan, bahwa anggaran program PKT ini tidak hanya berasal dari dana desa saja, melainkan ada juga anggaran dari bantuan provinsi dan bantuan keuangan kabupaten.

"Untuk program PKT ini kita memprioritaskan dari DD dengan total anggaran sekitar Rp.430 juta, tapi di sisi lain ada juga anggaran dari bantuan provinsi senilai Rp.100 juta, ditambah bantuan keuangan kabupaten sebesar Rp.100 juta," ungkapnya.

Meskipun menurutnya pemerintah desa sudah sangat transparan, namun dalam pelaksanaannya tetap saja masih menemukan kendala yang cukup serius.

Diantaranya masih ada masyarakat yang kurang faham skema program PKT tersebut. Di mana dalam pengerjaannya tidak boleh melibatkan kontraktor, melainkan harus dikelola masyarakat desa secara gotong royong, dan setiap yang bekerja akan mendapat upah.

"Di tengah masyarakat saat ini masih ada isu yang mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu ikut serta gotong royong, toh sudah ada anggarannya," paparnya.

Namun begitu, Yan mengatakan sudah menyiapkan solusi terbaik demi keberlangsungan program ini. Yaitu dengan mengadakan musyawarah desa serta mengulas kembali lebih rinci sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

"Musyawarah desa ini mempunyai kekuatan penuh untuk menunjang terbentuknya hubungan yang harmonis antara masyarakat dengan pemerintah desa," pungkasnya.


Reporter : Rendy Wahyudi
Editor : Surya Adam
Share this article :
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger