![]() |
| Kepala Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenen, Kabupaten Sukabumi, Asep Yusnandar. | Sumber foto : Wafik Hidayat |
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Pemerintah Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenen, Kabupaten Sukabumi fokus menginventalisir aset desa. Di mulai pembenahan data aset yang selama ini belum diarsipkan.
Kepala Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Asep Yusnandar mengatakan, sumber potensi pendapatan asli desa yang ia pimpin sangat besar, mulai dari sektor pertanian, pertambangan sampai sektor perkebunan.
Namun potensi besar itu belum dimanfaatkan maksimal sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PAD), karena secara administrasi pun belum terinventalisir dengan baik. Terlebih aset desa yang sudah ada.
"Saya sedang fokus membereskan arsip aset desa yang selama ini arsipnya tidak ada, karena aset desa ini bisa dimanfaatkan dan menjadi salah satu sektor pendapatan desa, seperti pasar desa misalnya," tutur Asep kepada lingkarpena.id, Kamis (9/7/2020).
Pembenahan arsip aset desa ini sebagai langkah awal menuju cita-cita Desa Kertajaya sebagai desa mandiri. Setelah terinventalisir, nantinya tinggal menyusun strategi pengembangan potensi di setiap sektor.
"Sekarang saya tinggal menyusun strateginya saja untuk mengatur segala sesuatunya," ucap dia saat ditemui di kantornya.
Cita-cita menjadikan Desa Kertajaya menjadi desa mandiri peluangnya sangat besar dan bukan hanya sekedar mimpi, kata dia. Sektor pertambangan misalnya, dirinya berencana mengatur para penambang dari segi kesehatan dan keselamatan kerja.
Di sisi lain, berusaha mengakses instansi di daerah maupun pusat agar dapat dilegalisasi, sehingga bisa terserap menjadi salah satu sumber pendapatan desa yang besar.
Pasalnya, mayoritas warga Kertajaya sejak dulu hingga sekarang berprofesi sebagai penambang, dan itu sulit dialihkan ke profesi lain. Makanya ia mencoba melobi pemerintah agar tambang rakyat ini dapat dilegalisasi.
"Alhamdulillah kemarin banyak instansi dari pusat datang untuk melihat aktifitas tambang dan saya berharap segera ada hasil yang menggembirakan," harapnya.
Di sektor perkebunan, lanjut Asep, selama ini belum ada kontribusi ke desa maupun masyarakat setempat. Hal ini harus diubah dan diatur bagaimana caranya perusahaan perkebunan bisa memberikan kontribusi nyata.
"Perkebunan selama ini jangankan untuk desa maupun warga, untuk perayaan hari besar nasional saja tak lebih 500 ribu, padahal perusahaan perkebunan di desa ini ada banyak," paparnya.
Belum lagi sektor pertanian yang hanya memerlukan sedikit dorongan dari pemdes, karena banyak sekali lahan yang dapat di optimalkan untuk menghasilkan produk pertanian yang baik secara ekonomi.
"Selain tanah desa serta tanah milik warga tanah HGU yang selama ini di garap juga bisa dimaksimalkan, sehingga penggarap bisa mempunyai penghasilan yang baik," kata dia.
Atas dasar tersebut, kata Asep, dirinya optimis jika keinginan menjadikan Desa Kertajaya sebagai desa mandiri dapat terwujud.
"Saya yakin dan optimis mimpi ini dapat terwujud, tentunya hal itu harus mendapat dorongan dari semua pihak baik dari masyarakat maupun pemerintah," pungkasnya.
Reporter : Wafik Hidayat
Editor : Surya Adam
Editor : Surya Adam
