![]() |
| Kepala Desa Cileungsimg, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Asep Ahmad Sobandi. | Sumber foto : Wafik Hidayat |
Pasalnya, sejak beroperasinya moda transportasi jurusan Palabuhanratu-Cileungsing milik pemerintah ini, belum tersedia terminal memadai di pemberhentian terakhir di Cileungsing.
Kepala Desa Cileungsing, Asep Ahmad Sobandi mengatakan, rencana pemerintah desa membangun terminal bus damri di lahan desa ini dampak dari pernah terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Kecelakaan itu terjadi akibat tidak adanya terminal untuk bus damri, makanya saya berinisiatif dan berkoordinasi dengan dinas perhubungan untuk membuat terminal damri di sini," ujarnya kepada lingkarpena.id, di kantornya, Rabu (22/7/2020).
![]() |
| Bus Damri jurusan Cileungsing - Palabuhanratu saat menaikan penumpang di Cikakak. | Sumber foto : ist. |
Lanjut Asep, lahan yang akan dijadikan lokasi terminal bus damri merupakan tanah milik desa seluas 4.000 meter persegi. Akan tetapi masalahnya di lahan itu sudah dihuni oleh delapan kepala keluarga.
"Makanya saya berencana memindahkan mereka, dan saya sudah siapkan tempatnya, bahkan saya akan bantu lahan relokasi tersebut menjadi lahan milik mereka. Sementara untuk membangun rumahnya saya tinggal masukan di program Rutilahu (rumah tidak layak huni,red)," terang dia.
Menurutnya, rencana merelokasi ke delapan kepala keluarga itu sudah disosialisasikan sejak awal. Namun kendalanya, warga belum bisa memahami bahkan salah menafsirkan hal itu. Sehingga enggan menerima keputusan pemerintah desa.
"Saya sangat menyangkan ketika mereka meminta bantuan ormas dengan mengatakan bahwa saya akan mengusir mereka dan akan dibayar Rp12 juta. Padahal faktanya bukan seperti itu," ungkap Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Cikakak ini.
Oleh karenanya, ia mengatakan akan mengadakan pertemuan kedua dengan ke delapan warganya serta semua tokoh masyarakat, guna meluruskan serta menyelesaikan persoalan ini.
"Sabtu ini, saya akan mengundang pihak terkait, lembaga swadaya masyarakat, media, serta tokoh masyarakat untuk bermusyawarah di desa," tuturnya.
Ia berharap, ke delapan kepala keluarga terkait bisa menerima keputusan serta solusi yang ditawarkan oleh pemerintah desa. Sebab, kata dia, semua itu demi kepentingan seluruh warga Desa Cileungsing.
"Solusi yang pemdes tawarkan, saya rasa sudah sangat baik, seharusnya mereka mau menerima karena solusi itu tidak akan merugikan mereka," pungkasnya.
Reporter : Wafik Hidayat
Editor : Surya Adam
Editor : Surya Adam

