Berita
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Taman Bunga Matahari di Surade Sukabumi Segera Dibuka Untuk Umum

Written By Samsun Ramlie on Kamis, 27 Agustus 2020 | Agustus 27, 2020



SUKABUMI,- Taman bunga matahari Cigedur yang berada di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi akan segera dibuka untuk umum mulai.


Lahan yang ditanami bunga matahari itu merupakan lahan kurang produktif yang memiliki luas sekitar 2000 meter persegi. Berjarak sekitar 200 meter dari jalan raya.


Agis (26), penggagas taman bunga matahari cigedur mengatakan, berawal dari pemikiran yang memandang perlu adanya sebuah ojek wisata berupa taman bunga di kawasan Geopark.


"Kami mencetuskan taman bunga matahari yang akan di kembangkan dibeberapa tempat. Sebagai permulaan kami coba buka taman bunga matahari cigedur ini." Kata Agis, Jum'at (21/8/2020).


Tokoh Pajampangan, Henda Pribadi mengungkapkan, pihaknya menyambut baik atas gagasan Taman Bunga Matahari. Sebisa mungkin dirinya memfasilitasi untuk terwujudnya taman bunga matahari di Pajampangan sebagai objek wisata.


"Objek wisata taman bunga matahari cigedur ini, selain bisa dukunjungi sebagai spot shelfie juga diharapkan bisa menjadi objek untuk saling bersilaturahmi". Ungkap orang akrab disapa Pahe.


Taman bunga matahari ini direncanakan akan dibuka untuk umum mulai tanggal 5 September 2020, sesuai pertumbuhan dan mekarnya bunya. Diperkirakan saat di launching bunga mataharinya sudah mekar merata. Tutur Pahe.

Keren, Pemdes Cimerang Kembangkan Potensi Wisata Goa Kembar

Written By Samsun Ramlie on Minggu, 16 Agustus 2020 | Agustus 16, 2020

BERBENAH: Pemdes Cimerang, Kecamatan Surabaya, Kabupaten Sukabumi sedang menata destinasi  wisata Goa Kembar. | Sumber foto: Rendy Wahyudi
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Pemerintah Desa (Pemdes) Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi berencana mengembangkan potensi pariwisata berupa Goa Kembar di Kampung Gunungbuleud.

Nama Goa Kembar sendiri dicetuskan oleh Kepala Desa Cimerang, Nyanyang Resmana, karena terdapat dua lokasi goa yang sama di sana.

Sekretaris Desa Cimerang, Tatang Jaelani mengatakan, dalam pengelolaan Goa Kembar Pemdes Cimerang akan menjalin kerja sama dengan pihak Perhutani. Pasalnya Goa tersebut berada di wilayah kehutanan.

"Kami juga berencana melengkapi destinasi ini dengan fasilitas penunjang lain berupa jembatan penyebrangan tradisional," ujarnya kepada lingkarpana.id

Destinasi wisata goa ini memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan kerajinan khas masyarakat Cimerang, yaitu batu akik Kinyang Cimerang. Bahkan, kata dia, Kinyang Cimerang ini disebut kental dengan sejarah peradaban Desa Cimerang dan menjadi cerita turun temurun di kalangan masyarakat setempat.

Ia menceritakan, dahulu waktu zaman kerajaan Padjajaran ada seorang Puteri Laras Pandan Payung hijrah ke daerah sini. Kedatangannya dikawal oleh senopati serta para punggawa yang membawa gamelan dan singgah di Goa Kembar.

"Nah, batu akik Kinyang Cimerang ini ternyata adalah perhiasan milik Puteri Laras Pandan Layung yang terlepas saat mandi di sungai Cimerang," tuturnya. 

Sampai sekarang, kerajinan berbahan dasar batu alam sudah menjadi penghidupan sebagian masyarakat desa. Mulai dari batu akik, batu aji serta pernak-pernik berbahan batu lainnya. 

"Hasil industri kerajinan berbahan dasar batu alam dan mitos ini bisa menjadi sarana pendukung untuk menarik wisatawan berkunjung ke destinasi Goa Kembar," pungkasnya. 


Reporter : Rendy wahyudi
Editor: Alan Kencana 

Wisata Pemandian Air Panas Cikundul Kota Sukabumi Dibuka Kembali untuk Umum

Written By Samsun Ramlie on Minggu, 26 Juli 2020 | Juli 26, 2020

Wisata pemandian air panas Cikundul, Kota Sukabumi sudah dibuka kembali untuk umum. | Sumber foto : ist.
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Dinas Pemuda, Olah Raga dan PariwisataDe(Disporapar) Kota Sukabumi telah membuka kembali objek wisata Pamandian Air Panas Cikundul dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Destinasi wisata yang berlokasi di Jalan Proklamasi Nomor 242 Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu ini dibuka mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WIB. Jumlah pengunjung dibatasi 50 persen dari kapasitas daya tampung.

Kepala Dinas Porapar Kota Sukabumi, Adang Taufik mengatakan, Pemkot Sukabumi tengah berupaya membangkitkan sektor pariwisata tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang harus dipatuhi.

Saung atau gazebo khas Sunda yang menghadap langsung ke Sungai Cimandiri di objek wisata air panas Cikundul. Gazebo ini dilengkapi dengan ornamen dan lukisan. | Sumber foto : ist.

"Saya harap semua pihak bisa bekerja sama untuk terus menerapkan protokol kesehatan, agar sektor pariwisata bisa tetap bergerak di masa pandemi ini," ungkapnya, Senin (27/7/2020).

Adapun protokol kesehatan yang diterapkan di objek wisata andalan Kota Sukabumi ini yaitu mewajibkan pengunjung memakai masker. Melakukan pembatasan jarak pada penggunaan fasilitas serta melakukan pengecekan suhu pengunjung sebelum memasuki areal utama pemandian air panas Cikundul.


Sumber : Portal resmi Pemkot Sukabumi
Editor : Surya Adam


Desa Sindangresmi Bidik Destinasi Curug Pareang Jadi Kampung Wisata Pareang

Written By Samsun Ramlie on Selasa, 21 Juli 2020 | Juli 21, 2020

Gerbang pertama menuju destinasi wisata Curug Pareang di Kampung Lembursitu, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah. | Sumber foto : Rendy Wahyudi
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Pemerintah Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi menargetkan sektor pariwisata menjadi salah satu sumber utama penghasilan desa.

Diantaranya dengan memaksimalkan objek wisata Curug Pareang yang berlokasi di Kampung Lembursitu, Desa Sindangresmi. Rencananya, destinasi wisata ini akan dikembangkan menjadi kampung wisata.

Kepala Desa Sindangresmi, Yan Mardiyana mengatakan, objek wisata Curug Pareang dinilai mempunyai potensi yang cukup besar untuk menjadi roda penggerak perekonomian di Desa Sindangresmi.

"Upaya mendorong perekonomian desa, salah satu target utama kami mengembangkan Curug Pareang. Karena sesuai visi desa kami poin kedua, yaitu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis agribisnis dan pariwisata," tuturnya kepada lingkarpena.id, Selasa (21/7/2020).

Yan, mengaku sudah mengajukan anggaran sekitar Rp100 juta sebagai upaya lebih lanjut pengembangan wisata Curug Pareang ini. Dengan anggaran sejumlah itu minimal untuk lansekap mapping lingkungan Kampung Lembursitu Pareang sebagai kampung wisata.

"Kami sudah mengajukan anggaran sekitar Rp100 juta, namun sampai saat ini belum terealisasi karena dihadapkan situasi pandemi Covid-19," imbuhnya.

Terpisah, Pengelola Wisata Curug Pareang, Endang menambahkan, Curug Pareang mempunyai ketinggian sekitar 135 meter, lebar 80 meter dengan kemiringan mencapai 45 derajat.

"Curug ini sebenarnya sudah lama dikenal wisatawan, tapi soal pengembangannya baru dilakukakan belum lama ini. Bahkan baru diresmikan oleh pak bupati pada bulan Juni 2019," ungkap Endang saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/7/2020).

Menurutnya, dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang, curug ini bisa dibilang terbengkalai. Tapi dengan keyakinan di bawah kepemimpinan desa yang tepat, objek wisata ini bisa menjadi salah satu ujung tombak bagi kemajuan perekonomian warga.

"Untuk pimpinan desa yang sekarang, sejauh ini sudah menunjukan kepeduliannya terhadap curug ini, tapi untuk bukti di lapangan kami masih menunggu. Kami pun memaklumi sehubungan adanya wabah Covid-19," tutup Endang yang juga sebagai Ketua Pemuda Kampung Lembursitu.


Reporter : Rendy Wahyudi
Editor : Surya Adam

Masih Swadaya, Destinasi Wisata Puncak Gelendrung di Desa Loji Perlu Sentuhan Pemerintah

Written By Samsun Ramlie on Jumat, 10 Juli 2020 | Juli 10, 2020

Lingkarpena.id, SUKABUMI - Destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi seperti anugerah Tuhan yang tak pernah habis. Satu diantaranya Puncak Gelendrung yang berada di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Wisata Puncak Gelendrung selain memiliki keindahan panorama alam juga menyimpan keunikan yang hingga kini masih menjadi misteri. Di mana pengunjung bila menginjakan kaki di sana, maka tanahnya akan mengeluarkan bunyi.

Sekretaris Desa Loji, Suryawanto mengatakan, ekosistem di kawasan wisata Puncak Gelendrung ini terbilang lengkap. Seperti wisata religi Makom Kabayan dan Kiara Pendek untuk karomah, serta wisata prasejarah situs megalitikum.

"Meski masih terbatas, namun jumlah pengunjung saat ini sudah lumayan banyak terlebih di akhir pekan, bahkan banyak pengunjung yang berkemah," ujarnya kepada lingkarpena.id, Sabtu (11/7/2020).

Namun begitu, untuk menarik lebih banyak jumlah pengunjung, harus ada pembenahan infrastruktur penunjang lain, baik jalan, penerangan maupun fasilitas lain.

"Sampai saat ini memang belum ada pembangunan apapun, tapi kemarin ada respon dari pusat untuk pembuatan jalan, semoga dari Pemkab juga ada bantuan," ungkapnya.

Suryawanto berharap, destinasi gunung gelendrung ini mendapat perhatian pemerintah, dan dapat membantu percepatan pembangunan infrastruktur, agar potensi ekonominya dapat dirasakan secara maksimal oleh warga Desa Loji.

"Saat ini pengelolaan masih menggunakan swadaya masyarakat murni, dan pemdes sedang melakukan pembenahan karena anggaranya sendiri saat ini difokuskan dulu ke Covid-19," bebernya.



Reporter : Wafik Hidayat
Editor : Surya Adam 

Tingkatkan Jumlah Pengunjung, Pemdes Panumbangan Berencana Kembangkan Curug Cipatala

Written By Samsun Ramlie on Minggu, 28 Juni 2020 | Juni 28, 2020

Curug Cipatala Desa Panumbangan Kecamatan Jampangtengah menawarkan keindahan alam dan peninggalan sejarah Belanda. | Sumber foto: Riyandi 
Lingkarpena.id, - SUKABUMI - Pemerintah Desa Panumbangan Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi terus berupaya mengembangkan wisata alam Curug Cipatala di Kampung Panumbangan RT 03 RW 01.

Curug ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik dan tujuan pengunjung wisata lokal maupun nasional. Sebab objek wisata ini selain menawarkan keindahan alam juga masih terdapat berbagai peninggalan sejarah zaman kolonial Belanda. 

Kepala Desa Panumbangan, Lalan Jaelani mengatakan sedang mengembangkan Curug Cipatala agar bisa lebih dikenal masyarakat umum dan menjadi tujuan wisatawan regional maupun nasional.

Di kawasan Curug Cipatala sampai saat ini masih banyak peninggalan zaman Belanda. Diantaranya Guest House tempo dulu yang masih berdiri kokoh serta Goa berkedalaman 50 meter di area curug (air terjun) yang dahulunya berfungsi sebagai turbin air.

"Sekarang lagi direncanakan penataannya agar pengunjung bisa nyaman. Selain melihat air terjun nanti akan dilengkapi dengan permainan flying fox juga sarana penunjang seperti gazebo dan perahu karet," paparnya kepada lingkarpena.id, Minggu (28/6/2020).

Dia berharap, penataan ini nantinya bisa memikat pengunjung lebih banyak lagi. Dengan begitu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat juga menjadi salah satu sumber pendapatan asli desa.

"Semoga saja bisa terwujud sehingga hasil serta manfaatnya dapat dirasakan oleh semua masyarakat Desa Panumbangan," ucapnya.

Ketua Karangtaruna Desa Panumbangan, Samsul menambahkan, Curug Cipatala mulai ramai didatangi pengunjung baru sekitar dua tahun belakangan ini. Itupun setelah medan jalan setapak dari area parkir di sekitar pabrik menuju curug dibenahi oleh pemuda karangtaruna.

"Dulu jalannya terjal, namun atas antusias semua pemuda didukung oleh kepala desa sehingga jalan mudah dilalui seperti sekarang. Sekarang alhamdulillah sudah mulai banyak pengunjung," ungkapnya.


Reporter : Riyandi
Editor : Surya Adam

Dongkrak PAD, Pemdes Cidadap Kembangkan Wisata Air Panas Cibungur

Written By Samsun Ramlie on Kamis, 25 Juni 2020 | Juni 25, 2020


Pemdes Cidadap beserta Camat Cidadap saat meninjau lokasi potensi wisata Air Panas Cibungur, Rabu (24/6/2020). | Sumber foto : Samsun Ramlie
Lingkarpena.id, SUKABUMI - Pemerintah Desa Cidadap Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi fokus mengembangkan potensi wisata air panas yang belokasi di Kampung Cibungur desa setempat.

Potensi wisata air panas ini diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Desa Cidadap Kecamatan Cidadap, Asep Akang mengatakan, sejak beberapa tahun lalu pihaknya sudah mengusulkan pengembangan dan penataan potensi wisata air panas ini. Dia berpendapat jika potensi wisata ini ditata dengan baik bisa membuka jalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Terima kasih pada Pak Camat Cidadap yang sudah merespon dan menyepakati untuk mengembangkan potensi ini, bahkan beliau sudah beberapa kali meninjau langsung ke lokasi," ujarnya kepada lingkarpena.id, Kamis (25/6/2020).

Rencananya, imbuh dia, pengembangan objek wisata air panas ini dilaksanakan oleh Pemdes Cidadap yang dimotori Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cidadap.

"Kami haturkan terima kasih pada BPD Cidadap yang terus mendorong dan kukuh agar pengembangan wisata air panas ini terlaksana," ucapnya.

Senada dikatakan Camat Cidadap, R Takarina, air panas ini merupakan potensi sumber daya alam yang bila dikembangkan bisa memberikan kontribusi besar untuk pembangunan. Khususnya di desa dan Kecamatan Cidadap.

"Saya harap masyarakat bisa bersama-sama mengembangkan potensi ini, sebab jika tidak dikembangkan akan terbuang sia-sia. Jangan sampai potensi sumber daya alam ini diambil oleh investor, saya ingin yang mengelolanya warga setempat," paparnya.

Takarina menyampaikan keinginannya untuk fokus mengembangkan potensi air panas ini agar benar-benar menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan PAD.

"Saya ingin untuk sementara ini pembangunan difokuskan ke pengembangan wisata ini dulu, supaya menjadi pendongkrak PAD dan pendapatan masyarakat," tandasnya.


Reporter : Samsun Ramlie
Edotor : Surya Adam

Tim Ahli Kunjungi Wisata Bukit Cigedud Cikundul Kota Sukabumi

Written By Samsun Ramlie on Kamis, 01 Agustus 2019 | Agustus 01, 2019

Reporter : Herdi Gustaman
Sumber foto: Herdi Gustaman
MediaJampang.co.id,- Dalam rangka keseriusan Pemerintah Kota Sukabumi dalam segi Pengembangan Kepariwisataan berbasis masyarakat sudah mulai terlihat terbukti dengan kunjungan Tim Ahli yang di utus langsung Oleh wakil Walikota sukabumi H.Andri Setiawan Hamami ke Lokasi Wisata Bukit Cigedud yang beralamat di jl kapitan Kelurahan Cikundul kecamatan Lembur situ kota Sukabumi(30/7).

Kedatangan Tima Ahli dari Tehnik Sipil bidang Lansekap dan kreatif building sangat di apresiasi oleh Lurah Cikundul H.agus Heryanto kepada mediajampang.co.id  ia mengatak  demi kemajuan pariwisata kota Sukabumi, peningkatan kesejahteraan warga Cikundul khususnya dan peningkatan pendapatan asli daerah serta dapat memberdayakan  Kompepar yg siap berkolaborasi dengan Pemda dan investor dalam pengelolaan dan pengembanganya

Bukit cigedud tidak cukup untuk tempat wisata saja jika ingin manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan jadi tempat rekreasi, edukasi dan jajanan kuliner serta konservasi lanjut Lurah Cikundul.

Hal senda juga di sampaikan dari tim Sukabumi kece (iwan &ende) yang sejalan dengan pengembangan sektor ekonomi pariwisata  serta Visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi Periode Tahun 2018-2023, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi yang Religius, Nyaman dan Sejahtera.

Nasep Somantri (kompepar )  sangat bersukur atas dukungan pemerintah selama ini dan Di harapkan pengembangan obyek Wisata Bukit Cigedud Akan segera terlaksana dan dapat segera di Nikmati oleh warga kota sukabumi khusunya dan warga luar kota sukabumi.



Geopark Ciletuh Membawa Berkah Bagi Warga Pribumi

Written By Samsun Ramlie on Senin, 29 Juli 2019 | Juli 29, 2019

Reporter : Andi Supriadi
Komar (28) warga Palampang Desa Ciwaru, Kecamatam Ciemas.
MediaJampang.co.id,- Kawasan wisata Geopark Ciletuh memberikan kesan tersendiri baik bagi pengunjung maupun  bagi warga setempat.

Salah satunya adalah Komar (28), warga asli Palampang Desa Ciwaru Kecamatam Ciemas, yang kini berprofesi sebagai Tour Guide dan penyedia  Jasa Parahu di kawasan pantai palampang.  Komar yang setia mengantarkan wisatawan yang ingin pergi ke Pulau Mandra, Pulau Manuk, Pulau Lapa Bantal, Pulau Kunti, Pasir Putih  dan juga snorkling, memasang tarif yang cukup murah  dengan perahunya.

 "Saya mah cukup seratus ribu rupiah perorang, sudah bisa saya antar keliling ke Pulau Mandra, Pulau Manuk, Pulau Lapa Bantal, Pulau Kunti, Pasir Putih dan snorkling", ujar Komar.

"Jumlah wisatawan biasanya di hari Sabtu dan Minggu yang banyak, kalau hari biasa plaing sekitar antara 10 irang yang saya antar", lanjut Komar.

"Saya Optimis, wisatawan baik domestik maupun mancanagara akan meningkat bila promosi dan pembenahan dilakukan secara intensif oleh pemerintah dan pihak pengelola. Saat ini masih belum maksimal sepertinya", turur Komar.

Lebih lanjut Komar mengatakan bahwa  di kawasan Geopark Ciletuh ini, bukan hanya kaya dengan obyek wisata yang menarik, namun juga ragam dengan potensi dan sumber yang bagus bagi dunia ilnu pengetahuan, penelitian dan pendidikan.

Dirinya berharap, keberadaan Geopark Ciletuh yang digadang-gadang sebagai destinasi wisata nasional ini, bisa dikelola lebih serius oleh pemerintah. "Kebijakan pemerintah, terkait untuk pembenahan Geopark ke arah yang lebih baik, sangat dinanti warga maupun wisatawan yang datang kesini, pungkas Komar.


Curug Ciminyak Potensi Wisata Eksotis, Pemdes Padasenang Berharap Ada Perhatian Khusus

Written By Samsun Ramlie on Jumat, 14 Juni 2019 | Juni 14, 2019

Curug Ciminyak
MediaJampang.co.id, Cidadap Sukabumi,- Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi wisata alam berupa air terjun yang sangat memanjakan dan menarik minat para wisatawan. Air terjun ini bernama Curug Ciminyak.

Yang menjadi daya tarik Curug Ciminyak ini ialah struktur alam yang masih perawan dengan kesejukan udara yang mampu menimbulkan ketenangan dan inspirasi tersendiri bagi pencinta alam bebas.

Model struktur air terjun ciminyak ini terdiri dari tiga tahap aliran air terjun. Tahap pertama memiliki ketinggian sekitar 15 meter, tahap kedua 7 meter, dan tahap ketiga memiliki tinggi sekitar 5 meter.

Disekitar air terjun ciminyak dikelilingi hutan rimbun yang sangat indah dan menawan. Serta hijaunya pesawahan yang diantara pebukitan menjadi jamuan pertama pengunjung saat akan tiba di lokasi curug ciminyak.

"Curug ciminyak ini merupakan salah satu aset potensi wisata di desa kami yang masih dalam tahap perencanaan pengembangan". Kata Kang Soni, Kepala Desa Padasenang kepada mediajampang.co.id, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Jum'at (14/6/2019).

Kang Soni juga mengatakan, kami berharap agar ada perhatian lebih untuk pengembangan wisata dilingkungan Desa Padasenang. Baik itu dari Dinas Pariwisata maupun dari program P3K.

Semoga dengan dipublikasikannya oleh berbagai pihak termasuk oleh rekan media bisa membuahkan hasil. Sehingga apa yang dimaksud bisa tercapai. Harapnya.

Kontributor : Kang Hasim
(A)*****

WISATA CURUG CAWENI PADAT DENGAN PENGUNJUNG 1 HARI IDULFITRI

Written By Samsun Ramlie on Rabu, 05 Juni 2019 | Juni 05, 2019

Curug Caweni, Rabu (5/6/2019).

mediajampang.co.id, SUKABUMI,- Cidolog jelang satu hari lebaran wisata curug caweni takterbendung dengan ribuan pengunjung dari beberapa wilayah di  kabupaten sukabumi dengan pengunjung rata-rata kaulamuda
(5/6/2019).

Abdul Azis "salah satu pengunjung dari kecamatan sagaranten ketika di wawancara oleh tim mediajampang.co.id mengatakan dari beberapa lokasi wisata yang berada didapil 5 baru ini yang bikin saya betah   dengan suasana alam curugcaweni dengan keasliannya sangat memanjakan dan menyejukan jiwa.


Kesan " curug caweni luarbiasa lebih baik ,mantap dan indah.

Pesan " saya hanya ingin menambahkan agar setiap 50 meter ada tongsampah mumpung masih dalam pelaksanaan pekerjaan agar kebersihan dilingkungan wisata terkesan bersih dan indah .
Dan untuk harga jual kuliner/makanan di wilayah wisata alhamdulilah standar dan terjangkau bagi parapengunjung"Pungkasnya.

Reporter:Aris W.bs

Penataan Wisata Curug Caweni Cidolog Sukabumi Terkini

Written By Samsun Ramlie on Rabu, 29 Mei 2019 | Mei 29, 2019

Kolase foto wisata Curug Caweni

Mediajampang.co.id, Cidolog Sukabumi,- Wisata air terjun Caweni yang berlokasi di Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog Kabupaten Sukabumi saat ini akan sangat memanjakan pengunjungnya.

Selain keaslian alam dan dilingkungan disekitar air terjun ini masih terjaga, juga ditambah dengan penataan di area wisata ini akan memberikan dampak besar bagi wisatawan/Pengunjung saat berada di area wisata curug caweni.


Area wisata air terjun caweni kini sudah dilengkapi dengan fasilitas umum yang sengaja dibangun oleh para pengelola. Fasilitas seperti gajebo, MCK, area parkir, dan Spot Selfie.

Selain itu, tangga untuk menuju bagian bawah air terjun sudah dipasang pegangan besi agar pengunjung merasa aman.

Untuk  malam hari dikawasan wisata curug caweni masyarakat tidak perlu kawatir akan kegelapan, kini sudah ada lampu penerangan jalan untuk memanjakan para pengunjung pada malam hari.


Dasep, Kepala Desa Cidolog menghimbau kepada para pedagang yang berada dilingkungan wisata curug caweni agar harga jual disesuaikan dengan pasaran di masyarakat. Agar wisata curug caweni cidolog memberikan contoh kepada area wisata lain yang berada di Kabupaten Sukabumi.

Terutama agar para pengunjung merasa harga mudah dijangkau, tidak melambung. Kata Dasep kepada mediajampang.co.id, Kamis (30/5/2019).


Dasep juga mengatakan, Harapan saya semoga wisata curug caweni ini menjadi salah satu faktor pendorong bagi para pelaku ekonomi kreatif dalam rangka meningkatkan kesejahtraan masyarakat di Desa Cidolog. Harapnya.

Reporter : Aris W.bs
Saba Desa
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. INDOMOLA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger